Paket Wisata Lombok Murah 5 Hari 4 Malam (5H4M) Opsi 1 mengunjungi object-object wisata sebagai berikut :

Pantai Tanjung Aan  

Pantai Tanjung Aan terletak di Desa Kuta Lombok, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, berlokasi tidak jauh dari Pantai Kuta Lombok, hanya berjarak 3 km saja. Dari kota Mataram berjarak sekitar 75 km.

Berbeda dengan Pantai Senggigi dan Pantai Kuta, garis Pantai Tanjung Aan lebih pendek. Pantai ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, di mana tempat wisata ini seolah terbagi menjadi dua pantai. Yang pertama pantai berpasir putih halus seperti  bedak bayi dan pantai berpasir merica yang keduanya di pisahkan oleh sebuah bukit karang

Pantai Kuta Lombok

Pantai Kuta Lombok terletak di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Setelah menunggu hampir 29 tahun ,  Kawasan Pantai Kuta Mandalika pada tanggal 20-10-2017  di resmikan oleh Presiden Jokowi sebagai  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bawah pengelolaan BUMN yang bernama Indonesia Tourism Development Coorporation (ITDC ). Dengan akan di bangunnya berbagai sarana infrastruktur seperti hotel bintang 5 jaringan international, balai sidang dan instalasi penyaringan air laut. Dan dengan di tetapkannya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di harapkan akan meningkatkan  perkembangan pariwisata Lombok Tengah. 

Kuta Mandalika seperti halnya pantai-pantai di Lombok mempunyai pantai pasir putih yang halus dengan air lautnya yang jernih. Dengan panjang pantai sekitar 1,6 km KEK Mandalika merupakan salah satu  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional karena merupakan salah satu dari 3 destinasi yang paling siap untuk di kembangkan selain Danau Toba dan Candi Borobudur. 

Bukit Marese

Paket Wisata Lombok Murah 5 Hari 4 Malam salah satunya mengunjungi Bukit Merese yang berada di Desa Kabupaten Lombok Tengah. Bisa di tempuh dari kota Mataram sekitar 1,5 jam atau dari bandara Lombok kurang satu jam saja.  Lokasinya di samping barat pantai Tanjung Aan atau sebelah Timur pantai Kuta

View yang di sajikan sangat menakjubkan di mana bila naik ke atas bukit terlihat gradasi air laut yang bening biru kehijauan bahkan meski langit gelap sekalipun.

Di Bukit Merese, Anda dapat melihat kecantikanTanjung Aa’n secara maksimal. Selain lautan biru dan perbukitan hijau, Anda pun bisa melihat sunset yang sangat cantik dari sini.

Terlihat dari atas bukit gradasi air laut dari hijau tosca ke biru gelap, menandakan laut di sana jauh lebih dalam. Di sisi yang lain, terlihat pantai yang landai dengan air jernih bak cermin.

Dari Bukit Merese kamu bisa melihat pemandangan Tanjung Aan, menikmati selurih keindahan yang tersaji di sini. Bukit-bukit berjajar membentuk layer sederhana, berbalut warna hijau yang berasal dari rumput-rumput yang tumbuh liar di setiap jengkal tanahnya.

Beberapa pengembala terlihat asik menggembalakan sapi maupun kerbau di bukit ini. Kita dapat juga melihat  Batu Payung yang menjadi landmark tak kalah indahnya dinikmatid dari atas bukit.

Desa Sade

Desa Sade adalah salah satu dusun di Desa Rembitan, Pujut, Kabupaten  Lombok Tengah, NTB. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak

Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade masih berpegang teguh menjaga keaslian desa.

Penduduk desa ini  masih menjaga keutuhan budaya dan pola hidup yang diwarisakan leleuhur mereka sejak 600 tahun yang lalu seperti bentuk bangunan, adat istiadat, tarian dan permainan musik, gaya berpakain dan penggunaan perlatan untuk keseharian mereka masih dalam kategori tradisional.

Karena itu Desa Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Kita bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Dengan atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, dan dindingnya  dari anyaman bambu, dengan lantai langsung beralaskan tanah. Orang Sasak Sade menamakan bangunan itu ‘bale’

Beberapa hal unik tentang desa Sade antara lain :

  • Desa seluas 5,5 Hektar ini, memiliki  rumah tradisional sejumlah 150 dan setiap rumah terdiri dari satu kepala keluarga, dengan jumlah penduduk sekitar 700 orang.

Semuanya masih merupakan satu keturunan, karena masyarakatnya melakukan perkawinan antar saudara dan bagi mereka pernikahan seperti ini mudah dan cukup murah, dibandingkan menikah dengan perempuan dari desa lain dan harus mengeluarkan beberapa ekor kerbau.

  • Setiap Bangunan di desa ini seperti masjid, rumah, lumbung padi dan tempat pertemuan umum memiliki ciri khas arsitektur Suku Sasak dimana dindingnya menggunakan pagar anyaman dari bambu dan tiang terbuat dari kayu, dengan atap yang terbuat dari alang-alang kering.

Keistimewaan dari bangunan yang di desain seperti ini adalah akan menyejukkan di saat cuaca terik dan terasa hangat ketika malam hari.

Desa Sukarara

Desa Sukara terletak di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Lokasi Desa Sukarara sekitar 25 Km dari kota pusat  Mataram atau sekitar 30 menit perjalan, dan sekitar 5 Km dari kota Praya atau 5 menit perjalanan.

Sukarara adalah nama sebuah desa kecil yang sangat indah dan merupakan salah satu pusat kerajinan tenun tradisional atau songket.

Sebagian besar perempuan yang ada di Desa Sukarara ini bekerja sebagai penenun. Untuk menjaga dan melestarikan budaya dan tenun tradisional yang diwarisi oleh nenek moyang mereka maka para perempuan di Desa Sukarara ini diwajibkan untuk belajar menenun. Pekerjaan menenun ini biasanya mereka lakukan di teras depan, dan kebiasaan ini masih mereka lakukan sampai saat ini. Pemandangan ini akan anda jumpai hampir pada setiap rumah yang ada di desa Sukarara

Bila tertarik membeli kta bisa memilih berbagai macam motif. Seperti motif Keker, Serat Penginang, Cungklik, dan lain sebagainya. Namun motif yang paling disukai dan menjadi ikon desa ini adalah motif “Subahnala”. Nama motif tersebut diambil dari kata “Subahanallah”. Karena ketika menenun motif ini, para penenun sering mengucapkan kata tersebut. Sebab motif ini memiliki tingkat kesulitan yang paling tinggi, dan diperlukan waktu yang cukup lama untuk membuat tenunan bermotif Subahnala.

Namun jika kita penasaran dengan proses menenun kain, kita bisa melihatnya di toko cinderamata besar di desa ini untuk akan menyaksikan deretan alat tenun tradisional, yang dioperasikan oleh pria dan wanita Desa Sukarara. Bahkan jika berminat kita juga bisa mempelajari sedikit keahlian menenun masyarakat Desa Sukarara.

Desa Banyumulek

Desa Banyumulek terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Desa Banyumulek  berjarak sekitar 14 kilometer jika ditempuh dari Kota Mataram memiliki luas sekitar 4,2 hektar yang sebagian  besar ditempati oleh warga asli Lombok, 

Tempat ini merupakan sentra industri gerabah di seantero Pulau Lombok sejak tahun 1990-an, di mana 80% penduduknya berkecimpung dalam pekerjaan tersebut 

Desa Banyumulek merupakan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan. Desa ini dikenal sebagai tempat perajin gerabah membuat karyanya.Gerabah yang dihasilkan dari desa ini cukup menarik bagi para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Tidak heran jika gerabah hasil buatan penduduk di desa banyumulek Lombok biasa di eksport. Dengan berbagai macam motif dan bentuk gerabah di desa ini, sangat berbeda dengan buatan di daerah lainnya. Dengan mengangkat motif – motif unik yang menggambarkan kekhasan dari desa banyumulek Lombok sendiri.

Di sepanjang jalan desa, kita  akan menemui banyak galeri dan toko di kedua sisi jalan. Di galeri tersebut kita bisa menemui bermacam gerabah dengan varian yang lebih lengkap. Mulai dari ukuran, bentuk, warna, motif hiasan, keunikan, sampai fungsi yang bervariatif. Gerabah-gerabah tersebut tentu saja merupakan hasil karya pengerajin gerabah Desa Banyumulek ini. Beberapa diantaranya berupa vas bunga pasir, gentong telur, berbagai bentuk celengan, cas gepeng, adik-kakak ukir asam, kap lampu, hiasan dinding, dan lain sebagainya.

Namun kita  bisa menemui sebuah produk kerajinan gerabah Desa Banyumulek yang khas, yaitu Kendhil Maling. Kendhil yang satu ini cukup unik, karena memiliki desain dan cerita yang berbeda dari kendhil-kendhil biasanya. Kendhil Maling memiliki lubang di bagian dasarnya. Lubang ini dipakai untuk memasukkan air ke dalam kendhil. Seperti cara aneh seorang maling, yang tidak memakai jalan biasa (lewat atap atau lewat jendela, bukan lewat pintu) ketika hendak masuk ke sebuah rumah. Uniknya, desain yang khusus pada Kendhil Maling membuat air tidak keluar dari lubang tersebut saat kendhil diletakkan kembali.

Selain Anda bisa membeli gerabah yang di jual di tempat ini, Anda juga bisa melihat cara pembuatannya dan juga belajar bagimana cara membuatnya.

Gili Trawangan

Object Wisata yang jadi unggulan di paket Wisata Lombok Murah 5 Hari 4 Malam adalah Gili Trawangan. Gili Trawangan terletak di Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat. Lokasi Gili ini di sebelah barat laut Pulau Lombok,  Dengan waktu tempuh dari Pelabuhan Bangsal 25-35 menit atau dengan fast boat dari Teluk Nara di tempuh sekitar 10-15 menit

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga  gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok ini. Gili Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam.

Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving, snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.

Di Gili Trawangan , Gili Air dan Gili Meno   tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.

Kelebihan Gili Trawangan dibandingkan dengan pantai lain adalah kita dapat menikmati sunset dan juga sunrise sekaligus di pantai ini! Hal ini terjadi karena Gili Trawangan memiliki pantai yang menghadap timur dan menghadap barat, dan jaraknya tidak terlalu jauh. Sehingga baik sunrise maupun sunset dapat kita nikmati di pantai ini.

Di Gili Trawangan juga kita dapat melihat kesenian bela diri tradisional yang bernama presean atau stick fighting yang biasanya dipertontonkan disekitar pasar seni Gili Trawangan

Gili Meno

Gili Meno terletak di Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat . Luas Gili Menoa sekitar 150 Ha. Di tempuh sekitar 20 menit dengan speedboat.Gili Meno adalah salah satu dari tiga pulau kecil, selain Gili Trawangan dan Gili Air, yang menjadi kawasan wisata bahari

Di sini terdapat taman burung yang mempunyai koleksi burung-burung langka dari Indonesia dan mancanegara. Pasirnya putih dan masih alami

Gili Air

Gili Air terletak di Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat. Gili Air merupakan salah satu dari tiga pulau gili terkenal di Lombok, yaitu Gili Trawangan, dan Gili Meno. Dari ketiga Gili yang lain,  Gili Air adalah yang terdekat dengan Pulau Lombok. Ketiga pulau ini terkenal dengan keindahan pantainya, maka tak heran apabila Gili Air menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lombok.

Beberapa spot diving dan snorkling yang menawan ada disini. Kita tidak akan kesulitan untuk memuaskan hasrat menyelam karena disini banyak operator yang menyediakan peralatan dan pemandu selam. Sudut pantai yang biasa dikunjungi para penyelam adalah di bagian timur Gili Air.  Pemandangan bawah lautnya  luar biasa. Kita akan melihat  kuda laut, kura-kura,Ikan-ikan berwarna warni dan terumbu  karang yang indah. Kawasan yang biasa dipakai snorkling ini mempunyai kedalaman dari 1, 5 meter hingga 3 meter. 

Pulau ini memiliki luas 170 hektar dengan Mayoritas penduduk asli Gili Air berasal dari suku bugis dan suku sasak, dan mereka bermata pencaharian utama sebagai nelayan, pedagang, dan pemandu wisata.  Untuk mengelilingi pulau ini, Anda hanya butuh waktu 90 menit dengan berjalan santai mengitari bibir pantai.


Daya tarik utama Gili Air adalah sepi yang selalu melingkupi daerah ini, tidak seramai Gili Trawangan . Suasananya tenang khas pedesaan Lombok . Gili Air sangat cocok untuk wisatawan atau pasangan yang benar-benar ingin menikmati suasana yang jauh  dari hiruk pikuk kota.

Bukit Malimbu

Letak Bukit malimbu ada di Desa Malimbu, Kecamatan Batulayar, Kabupaten  Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Berjarak 24 km dari kota Mataram yang dapat di tempuh dengan waktu 30 menit.

Bukit Malimbu merupakan sebuah bukit yang dekat dengan pantai Senggigi berjarak sekitar 7 km . Bukit Malimbu mempunyai 2 point view Bukit Malimbu 1 dan Bukit Malimbu 2. Dan Bukit Malimbu 2 ini yang biasa di sebut Bukit Malimbu.

Dari bukit Malimbu kita bisa melihat indahnya Pantai Senggigi maupun Gunung Agung di Bali.

Bukit Malimbu merupakan salah satu dari 2 rute dari kota Mataram menuju Gili Trawangan .  Sehingga wisatawan yang datang ke Lombok dan ingin ke Gili Trawangan selalu melewati Bukit Malimbu.

Gili Nanggu

Dalam paket Wisata Lombok Murah 5 Hari 4 Malam ini kita mengunjungi Gili Nanggu . Gili Nanggu adalah pulau yang terletak di Desa Medang Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gili ini merupakan pulau seluas 12,5 ha dengan beberapa gugusan Gili kecil tersebar di sekitarnya seperti Gili Kedis dan Gili Sudak

Gili Nanggu adalah “Gili lain” yang bisa disinggahi selain di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air yang reputasinya sudah mendunia dan begitu ramai di kunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Namun serupa dengan Gili Trawangan, di Gili Nanggu terdapat pantai tak kalah cantik dengan hamparan pasirnya yang putih serta lautnya yang biru. Di tambah suasana alamnya yang hening, membuat pulau ini menjadi pilihan yang tepat bagi pengunjung yang ingin berlama-lama ataupun ingin menyepi di Gili yang cukup tersembunyi dan jauh dari keramaian

Karena selain memiliki pilihan akomodasi yang beragam, cottages dan restoran, di Gili ini juga turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari wahana watersports, jogging trek, perlengkapan diving atau snorkeling. Anda dapat melihat langsung ikan warna-warni menari-nari di dasar laut dangkal. Gili Nanggu cocok bagi pasangan yang sedang menikmati bulan madu mereka karena di sini kita dapat menikmati nyanyian suara burung yang akan  menemani merangkul Matahari terbit dan terbenam, menciptakan suasana romantis yang sulit ditemukan di pulau lain

Gili Sudak

Gili Sudak ini terletak  di Desa Medang Kecamatan Sekotong,Kabupaten Lombok Barat. Lokasi di  pesisir Barat Daya Pulau Lombok. Berdekatan dengan Gili Kedis. 

Di antara Gili Nanggu, dan Gili Kedis, Gili Sudak adalah Gili yang paling dekat dengan daratan utama Pulau Lombok. Hanya perlu 5 menit saja menyeberang ke Gili Sudak . 

 Gili Sudak kita akan dimanjakan oleh pasir putih yang menyelimuti pulau ini, lengkap dengan air laut yang jernih. Deretan pohon cemara berbaris rapi di bibir pantai. Kalau anda suka snorkeling, Gili Sudak adalah lokasi yang pas untuk menyapa penghuni bawah air. Perairannya jernih, arusnya tenang, terumbu karang dan ikannya banyak

Di sini juga sudah ada akomodasi untuk penginapan di Gili Sudak Resort dan juga sudah ada fasilitas permainan air seperti kano, juga untuk snorkling. 

Gili Kedis

Lokasi Gili Kedis ini terletak  di Desa Medang Kecamatan Sekotong,Kabupaten Lombok Barat. Lokasi di  pesisir Barat Daya Pulau Lombok. Berdekatan dengan Gili Nanggu. 

Gili Kedis ini salah satu dari Gili yang anti mainstream. Kita  pasti kenal Gili Trawangan, Gili Air ataupun Gili Meno , namun untuk Gili Kedis karena tak terlalu populer, otomatis pengunjungnya tak banyak bahkan terkadang tak ada pengunjungnya sama sekali. Ketika berkunjung ke Gili Kedis, rasanya kita sedang berada di pulau pribadi

Gili Kedis ini berukuran kecil dan  kita hanya perlu berjalan kaki selama 10 menit saja untuk mengelilingi Gili Kedis. Luasnya tak lebih dari luas lapangan sepak bola, berkunjung ke sini rasanya  seperti berada di pulau pribadi  . Air laut di sekeliling Gili Kedis sangatlah jernih dan bening. 



Di Gili Kedis terdapat pepohonan dan pendopo yang dapat menjadi tempat berteduh pengunjung. Gili Kedis sendiri memiliki alam bawah laut yang indah. Terumbu karang yang masih asri cukup terjaga dan ikan-ikan cantik dapat dinikmati saat kita snorkling.

Pantai Pink

Lokasi Pantai Tangsi atau Pantai Pink terletak di desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur, kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Untuk mencapai Pantai Pink, wisatawan dapat melewati rute dari kota Mataram ke Pantai Tanjung Ringgit karena letaknya yang berdekatan. Jalanan yang rusak dan berlubang membuat wisatawan membutuhkan waktu sekitar 2 jam berkendara untuk sampai ke sana.

Pantai ini merupakan salah satu dari tujuh pantai di dunia yang memiliki pasir pantai berwarna pink, dan satu dari dua pantai di Indonesia yang memiliki pasir pantai berwarna pink.

Pulau Pasir

Pulau Pasir ini terletak di perairan desa Tanjung Luar Kabupaten Lombok Timur. Untuk  menuju Pulau Pasir ini jarak dari Dermaga Tanjung Luar dapat  ditempuh 15 menit dengan perahu.

Luas Pulau pasir ini kira-kira hanya sebesar lapangan futsal. Dimana pulau ini terlihat jika air laut sedang surut

Gili Petelu

Lokasi Gili Petelu terletak dalam wilayah di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pantai Pink (Pink Beach).

Gili ini dinamakan Gili Petelu karena di pulau ini terdapat tiga gugusan bukit kecil, telu berarti tiga dalam bahasa sasak.

Tempat ini tidak nampak sesuatu yang spesial, terlihat biasa saja, walau sebenarnya gili ini letaknya sangat berdekatan dengan sebuah bukit kecil disampingnya. Dimana saat air laut surut, maka antara Gili Petelu dan bukit kecil ini akan muncul jalur jalan berpasir yang memisahkan kedua lokasi ini. Sebenarnya Gili Petelu ini menyatu dengan bukit kecil disampingnya, hanya saja akan tampak terpisah jika air laut sedang pasang, karena jalan berpasirnya bisa tenggelam ditelan air laut.

Pulau karang dengan kontur berbukit yang luasnya tidak terlalu besar namun memiliki view yang sangat indah dan mempesona jika dilihat dari atas bukit. Ditambah pantai dengan pasir seperti merica yang berwarna putih bersih dan air laut yang bening berwarna biru yang ombaknya cukup tenang.

Selain itu, pemandangan bawah laut dengan biota-biota laut yang sangat cantik dan menakjubkan, segerombolan terumbu karang berwarna hijau terang, bintang laut besar berwarna biru, dan bagi Anda yang beruntung bisa menjumpai ikan nemo di sini.

Gili Peletu cocok bagi Anda yang menyukai kegiatan Snorkeling. Saat Anda mendekati Gili ini, Anda akan tergiur untuk segera menyelam karena airnya berwarna hijau tosca nan bening. Kita dapat melihat dengan jelas pemandangan bawah lautnya dan terumbu karangnya yang warna warni, ada warna hijau, merah, biru, ungu, bahkan kuning juga ada. Terumbu karang yang menghadirkan indahnya pemandangan taman laut dengan para ikan-ikan penghuninya yang juga berwarna warni sehingga membuat Anda takjub dengan keindahan bawah laut Gili Peletu.

Pura Lingsar

Pura Lingsar terletak di Desa Lingsar, Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Bara  NTB. Pura ini adalah pura terbesar di Lombok yang dibangun sejak 1741 oleh Raja Anak Agung Ketut Karangasem dan dianggap pura yang paling suci di Lombok.

Keunikan Pura  ini adalah adanya gabungan antara niali-nilai agama Hindu dan Islam . Dengan latar belakang inilah yang menjadi daya tarik utama Pura Lingsar. Oleh karena itu kawasan pura ini terbagi menjadi dua. Di bagian utara terdapat pura Hindu bernama Gaduh, sedangkan di bagian selatan berdiri pura  Weku Telu bernama Kemaliq. Kemaliq ini digunakan sebagai tempat untuk berziarah dan untuk melaksanakan upacara (ritual) adat. Kemaliq berasal dari bahasa Sasak yang berarti suci dan keramat. Kemaliq merupakan perkembangan dari kata Al-Maliq dalam Kitab Al-Qur’an, yang berarti kembali. Kemaliq adalah kata simbol untuk kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan tempat kembali (kemaliq) seluruh mahluk. Sedangkan untuk nama Lingsar sendiri diambil dari Kitab Sansekerta, yaitu “Ling” berarti suara, dan “Sar” berarti air.

Pura dengan luas 26 hektar ini  menunjukkan harmonisasi antara agama Islam dan Hindu. Sehingga tak heran jika ritual 2 agama tersebut dapat berjalan berdampingan tanpa terjadi gesekan. Sebagai simbol menjaga kesucian pura ini maka setiap pengunjung diharuskan untuk menggunakan selendang kuning sebagai tanda penghormatan. Kendati selalu digunakan untuk beribadah dua agama yang berbeda namun dalam setahun sekali ada upacara yang melibatkan umat Hindu dan Islam di pura ini.

Upacara itu bernama Perang Topat. Dalam ritual ini mereka “berperang” menggukana topat atau ketupat yang dilemparkan kepada sesama temannya. Maksud dari perang ini adalah sebagai tanda bersyukur atas rejeki yang selalu dilimpahkan oleh Tuhan. Perang Topat biasanya dilakukan pada sebelum musim tanam pagi dan sesudah musim penghujan.

Kerukunan antarumat beragama tetap dijaga dan dipelihara sampai saat ini. Pada Sasih (bulan) ke-7 dalam kalender tradisional Sasak, sekitar bulan Desember dalam kalender Masehi, di Pura Lingsar digelar upacara adat Pujawali. Upacara Pujawali ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh masing-masing umat beragama (suku) pada tempat yang berdampingan. Umat Hindu sendiri dipimpin oleh Pemangku dan melaksanakan persembahyangan di dalam pura. Sedangkan upacara umat Islam Wetu Telu dipimpin oleh Amangku dan melaksanakan ritual di Kemaliq. Bagi umat muslim Wetu Telu, upacara Pujawali ini bertujuan untuk memperingati hari Wali Songo (sembilan wali) yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

Taman Narmada

Taman Narmada terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat atau sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Taman yang luasnya sekitar 2 ha(hektar are) ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka(Oktober-November). Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.

Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan kepada semua makhluk di dunia ini. Air yang memancar dari dalam tanah(mata air) diasosiasikan dengan tirta amerta(air keabadian) yang memancar dari Kensi Sweta Kamandalu. Dahulu kemungkinan nama Narmada digunakan untuk menamai nama mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai di tempat tersebut. Lama-kelamaan digunakan untuk menyebut pura dan keseluruhan kompleks Taman Narmada.

Taman Narmada yang sekarang ini adalah hasil pembangunan dan serangkaian perbaikan/pemugaran yang berlangsung dari waktu ke waktu. Sewaktu para petugas dari Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala bersama dengan para petugas Kantor Wilayah Depdikbud Nusa Tenggara Barat meneliti dan mengumpulkan data sebagai langkah awal pemugaran, mereka berpendapat bahwa pemugaran secara menyeluruh tidak mungkin dilakukan. Banyak bagian yang telah rusak terutama tebing-tebing kolam, taman, pagar maupun bangunan. Pada tahun 1980 sampai 1988 rekonstruksi Taman Narmada dapat diselesaikan.

Setelah direkonstruksi oleh pemerintah melalui Ditjen Kebudayaan, Direktorat Perlindungan dan pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Taman Narmada dijadikan sebagai kompleks bangunan cagar budaya dengan daftar induk inventarisasi peninggalan sejarah dan purbapakala pusat nomor 1839. Dengan demikian, sesuai dengan peraturan yang berlaku kelestarian Taman Narmada dilindungi oleh pemerintah.

Kompleks Taman Narmada Kompleks Taman Narmada yang ada di Lombok itu dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu gerbang utama, jabalkap, telaga kembar, gapura gelang/paduraksa, mukedes, telaga padmawangi, balai loji, balai terang, patandaan, bangunan sekepat, balai bancingah, Pura Kelasa dan Pura Lingsar. Berikut ini akan diuraikan bagian-bagian dari Taman Narmada dari gerbang utama.

Gerbang utama yang berbentuk gapura bentar dan berada di sebelah utara. Setelah gerbang utama kita akan memasuki halaman jabalkap, yang di dalamnya terdapat telaga kembar. Di bagian selatan jabalkap terdapat sebuah gapura yang bernama Gapura Gelang atau Paduraksa yang menghubungkan antara halaman jabalkap dengan halaman mukedes. Pada halaman mukedes terdapat beberapa buah bangunan, antara lain Sanggah Pura, Balai Pamerajan dan Balai Loji(salah satu di antara bangunan kediaman raja). Di sebelah tenggara halaman mukedes terdapat gapura yang menuju ke halaman pasarean. Di halaman paseran ini terdapat juga Balai Loji, Telaga Padmawangi, Pawedayan, pawargan, Balai Terang. Balai Terang adalah sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat istirahat/tidur raja, berbentuk panggung yang seluruhnya terbuat dari kayu. Bagian atas bangunan yang terbuka dipergunakan untuk menikmati pemandangan ke arah Meru pura di sebelah timurnya. Pintu dan jendela Balai Terang ini bermotif bulan tunggal dan tumbuh-tumbuhan.

Di sebelah timur halaman pasarean terdapat Pura Kelasa atau Pura Narmada. Bentuk arsitekturnya menyerupai punden berundak. Bagian yang paling suci terdapat di halaman tengah pada undak yang paling atas (pura di Bali umumnya halaman paling suci adalah yang paling belakang). Pura ini tergolong pura jagat atau pura umum bagi semua penganut Hindu Dharma dan merupakan salah satu di antara delapan pura tua di Pulau Lombok. Pura Narmada terletak di atas tebing berundak-undak, sedang di bawah lembah tebing terdapat kolam duyung dan telaga segara anak.

Sebelah selatan halaman pasarean terdapat halaman patandaan. Pada halaman patandaan ini terdapat dua bangunan sakapat yaitu sejenis wantilan atau panggung terbuka bertiang empat. Pada halaman inilah sering diselenggarakan berbagai pertunjukan. Sedangkan di sebelah selatan Patandaan terdapat halaman bancingah. Yang tertinggal di halaman ini sekarang hanyalah tembok keliling halaman dengan dua gapura bentar.

Unsur-unsur bangunan yang lain sebenarnya masih banyak, antara lain pancuran sembilan (siwak) yang letaknya di atas Segara Anak. Bentuk bangunannya dorogancet dengan dua bagian terpisah menyerupai bangunan tradisional di Jawa Tengah. Bangunan ini termasuk bangunan sakral baik bagi penganut Hindu Dharma maupun penganut Waktu Tilu.

Selain itu, ada pula Balai Petirtaan yang sumber mata airnya berasal dari Gunung Rinjani. Balai Petirtaan juga merupakan tempat pertemuan tiga sumber air, yakni Suranadi, Lingsar, dan Narmada. Karena mata airnya berasal dari Gunung Rinjai dan tempat pertemuan tiga sumber mata air lainnya, maka air yang ada di Balai Petirtaan dipercaya dapat menjadikan orang yang meminum dan membasuh mukanya dengan air di situ akan awet muda. Bangunan-bangunan lain di kompleks Taman Narmada dalam wujud pertamanan sudah sulit ditelusuri keasliannya. Menurut peta tahun 1899 taman di kompleks Taman Narmada diantaranya adalah: Taman Bidadari, Taman Anyar, Taman Paresak, dan Taman Kelasa. Taman Anyar dan Taman Kelasa saat ini telah menjadi perkampungan penduduk. Sedangkan Taman Paresak saat ini telah menjadi kebun buah-buahan dengan tanaman utamanya ialah buah manggis.

Islamic Center Lombok

Lombok dikenal sebagai pulau Seribu Masjid. Ya, saat berkunjung ke Lombok kamu bakalan menemukan banyak tempat ibadah yang megah. Salah satunya Masjid Hubbul Wathon Islamic Center Lombok. Di samping sebagai tempat ibadah, sekarang lokasi ini berfungsi sebagai objek wisata dan juga merupakan pusat kebudayaan serta pusat aktivitas religi . Dan telah menjadi salah satu landmark utama kawasan di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Propinsi Nusa Tenggara Barat itu sendiri memang memiliki kisah dan rentetan sejarah yang panjang mengenai perkembangan dan peradaban Islam. Itulah mengapa lokasi tersebut akan tetap menarik untuk dikunjungi sebagai objek wisata saat berkunjung ke Lombok. Jika Anda sedang berada di Lombok, atau berencana berwisata ke Lombok, tidak ada salahnya mencoba mampir ke Islamic Center ini .

Bangunan megah ini mulai dibangun pada masa kepemimpinan gubernur Nusa Tenggara Barat, yaitu M. Zainul Majdi. Namun, rencana pembangunan Islamic Center Mataram ini baru terealisasi pada 2011 lalu. Pembukaan atau peresmian gedung baru bisa dilakukan pada akhir tahun 2013 lalu. Pembangunan Islamic Center Mataram ini menggunakan dana dari sumber APBD. Luas dari Islamic Center ini mencapai 7,6 hektar dan menempati lokasi yang berada di jalur utama. Sehingga lokasinya akan sangat mudah untuk dicapai.

Gedung Islamic Center Lombok ini sendiri memiliki sejumlah bagian utama. Namun bagian menara dengan tinggi 99 meter menjadi salah satu bagian yang sangat menarik. Menara setinggi 99 meter ini diambil dari 99 asma Allah (Asma’ul Husna) yang berjumlah sama. Dari atas menara, para wisatawan bisa naik dan menikmati wajah Mataram dari ketinggian. Jika berkunjung ke sana, jangan lupa naik ke puncak menaranya.

Islamic Center Mataram ini hanya berfungsi sebagai objek wisata religi saja, melainkan kini juga telah berfungsi sebagai ikon Kota Mataram. Selain itu, objek wisata ini juga merupakan pusat kebudayaan dan pusat aktivitas religi di Lombok, khususnya Mataram.