Wisata Labuan Bajo 4 Hari 3 Malam (4H3M) : Pulau Padar

Pulau Padar

Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau ini relatif lebih dekat ke Pulau Rinca daripada ke Pulau Komodo, yang dipisahkan oleh Selat Lintah. Pulau Padar tidak dihuni oleh orang. Di sekitar pulau ini terdapat pula tiga atau empat pulau kecil

Object Wisata Pulau Padar menjadi Salah satu daya tarik wisata yang lagi trend di Kabupaten Manggarai Barat. Pulau Padar masih merupakan wilayah Taman Nasional Komodo. Sajian utama dari pulau padar adalah panorama alam yang indah di puncaknya. Untuk sampai ke puncak, pengunjung harus trekking melalui jalur setapak yang sudah dibangun oleh Balai Taman Nasional Komodo. Trekking sebaiknya dilakukan pada jam 07.00-09.00 pagi, karena jalur trekking yang panjang sekaligus menantang.

Pemandangan Birunya laut dan jajaran pulau di sekitarnya akan menghipnotis kita. Meskipun trekking menuju bukit tertinggi akan terasa sangat melelahkan, namun kita akan disuguhkan panorama perbukitan dan pemandangan yang sangat cantik dan mengabadikan momen akan menjadi kegiatan yang tak ada bosannya selama perjalanan trekking. Ketenangan dan keelokannya akan membuat Anda betah berlama-lama di pulau ini

Pulau Komodo

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini termasuk salah satu kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.


Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.
Pulau Komodo juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Rinca, Pulau Padar dan Gili Motang

Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.
Pulau Komodo juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Rinca, Pulau Padar dan Gili Motang

Sejarah

Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.
Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com.Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan, Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain[1]. Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak

Pantai Pink

Pink Beach merupakan pantai yang pasirnya halus berwarna merah muda, airnya jernih berwarna biru tua dan muda, dengan ombak tipis dan karang yang memikat. Di sini kita bisa menikmati pantai dengan segala keindahan dan keunikannya ini.

Ada tujuh pantai berpasir warna pink di dunia, salah satunya di Pulau Komodo. Taman Nasional Komodo (TNK), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Para wisatawan lokal menyebutnya dengan Pantai Merah. Turis manca negara menyebutnya Pink Beach.

Pantai ini memang indah dan unik. Hamparan pantai dengan latar belakang air laut bergradasi biru, perbukitan hijau, langit biru cerah, awan putih bergumpal- gumpal, matahari yang cerah, dan hamparan pasir berwarna pink. Itulah keistimewaan yang dimiliki pantai ini.

Daya tarik berikutnya adalah, di Pink Beach tidak ada bangunan apa-apa dan tidak dihuni satu penduduk pun. Pantainya kosong. Sebuah pantai tak bertuan.Yang ada hutan hijau, tebing, bukit dan hempas halus ombak pantai dengan panorama pink yang menawan.

Nama Pink Beach cukup tersohor di kalangan wisatawan manca negara, yang senang berwisata bahari. Pasalnya pantainya berpasir halus dan berwarna merah muda.

Pinck Beach istimewa di bandingkan pantai pink yang lain seperti di Bahama. Karangnya masih perawan, hutannya alami, ombaknya tipis, pasir pinknya begitu banyak, tak ada penduduk dan tidak komersial.

Terjadinya warna pink pada pasir itu berasal dari pipe corral atau terumbu karang berbentuk pipa yang mati secara alami kemudian hancur menjadi butiran halus pasir berwarna merah muda. Proses itu diperkirkan terjadi ratusan tahun lalu. Bahkan ada yang memperkirakan ribuan tahun lalu.

Tapi ada juga pendapat warna merah pada pasir di Pink Beach dikarenakan perubahan warna pada pasir, karena hewan mikroskopik semacam amuba, bernama Foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada karang. Warna pada karang ninilah akhirnya ikut memberi warna pada pasir yang kemudian tersapu ombak hingga ke pantai.

Disamping pantainya yang indah dan unik, Pink Beac juga merupakan salah satu tempat wisata bersnorkeling. Hamparan lautnya yang tenang, air lautnya yang jernih, dengan aneka terumbu karang di bawahnya menjadi sorga para pesnorkeling dan pediving.

Aneka ikan hias yang berenang di terumbu penuh warna sungguh menggoda siapapun untuk berenang,bersnorkeling dan diving. Panoramanya pun indah. Pantai ini berlatar belakang perbukitan yang memang tak sulit didaki. Bentuk bukitnya ada yang menyerupai stupa.

PULAU RINCA

Rinca adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Rinca beserta Pulau Komodo dan Pulau Padarmerupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Rinca berada di sebelah barat Pulau Flores, yang dipisahkan oleh Selat Molo.
Pulau ini juga merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, karena merupakan kawasan Taman Nasional Komodo bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Padar dan Gili Motang.
Titik tertinggi pulau ini berada di Doro (Gunung) Ora, 670 m dpl.
Di pulau ini hidup berbagai jenis binatang seperti komodo, babi liar, kerbau dan burung. Pulau Rinca dapat dicapai dengan perahu kecil dari Labuan Bajo di Flores barat.
Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Jarak Pulau Rinca dan Pulau Komodo tidaklah berjauhan. Pintu masuk di Pulau Rinca adalah Loh Buaya, sedangkan di Pulau Komodo adalah Loh Liang.

Pulau Rinca jadi tempat yang asyik buat trekking. Siap-siap dibikin terbuai oleh panorama alamnya dan melihat komodo dari dekat. Pulau Rinca yang liar nan sungguh indah.

Pulau Rinca merupakan zona inti taman nasional, sesuai Peta Zonasi Taman Nasional Komodo. Memang, pulau seluas 190-an km persegi ini adalah habitat asli komodo Si Naga Purba.

Meski begitu, Pulau Rinca dihuni oleh dua kampung yang jumlah penduduknya kalau ditotal sekitar 1.000-an orang. Dua kampung itu bernama Kampung Rinca dan Kampung Karora, yang mana lebih banyak penduduknya di Kampung Rinca.

Menurut asal usul penduduk di Pulau Rinca sudah lebih dulu ada dibanding Taman Nasional Komodo itu sendiri.

Wisatawan pun bisa mampir ke kampung-kampungnya. Bertemu dengan penduduknya yang ramah, yang rasanya sudah terbiasa hidup dengan komodo. Rumahnya saja dibuat seperti model rumah panggung.

Balik lagi soal habitat komodo, ternyata ada beberapa perbedaan antara komodo yang hidup di Pulau Komodo dan di Pulau Rinca. Asal tahu saja, komodo di Pulau Rinca lebih agresif dibanding yang ada di Pulau Komodo.

Hal itu dikarenakan cuaca di Pulau Rinca yang cukup terik dan konturnya didominasi padang savana. Kasus ranger diserang komodo lebih banyak di Pulau Rinca dibanding di Pulau Komodo.

Tapi, komodo di Pulau Komodo ukurannya lebih besar dibanding di Pulau Rinca. Tak ayal, sebabnya lebih banyak mangsa bagi komodo di sana karena pulaunya didominasi hutan yang lebat. Lebih banyak rusa dan hewan-hewan lainnya sebagai santapan komodo.

Pulau Kalong

Pulau Kalong, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Pulau Kalong merupakan salah satu pulau kecil di Taman Nasional Komodo (TNK). Pulau ini terletak di antara pulau Rinca dan pulau Papagarang. Masyarakat lokal menyebutnya pulau Kalong, karena pulau ditumbui pohon bakau dan dihuni jutaan burung kalong (kelelawar). Pulau kalong dapat ditempuh sekitar 35 menit dengan speedboath dari kota Labuan Bajo dan merupakan salah satu obyek wisata terkenal yang sangat diminati oleh wisatawan mancanegara.

Ketika mengiginkan liburan yang berbeda di Flores, Anda memiliki banyak pilihan. Misalnya, ada Pulau Kalong. Pulau kecil ini termasuk dalam Taman Nasional Komodo. Terletak antara Pulau Papagarang dan Pulau Rinca. Seperti namanya, Pulau Kalong merupakan rumah bagi “Kalong” atau kelelawar. Itu berarti Anda bisa menyaksikan ribuan kelelawar di pulau ini. Makhluk unik ini bertahan di hutan bakau pada siang hari. Mereka mulai terbang di siang dan malam hari. Secara keseluruhan, ini adalah pemandangan yang bernilai bagi pengunjung.

Nuansa Alam

Luas Pulau Kalong cukup kecil. Sebagian besar lahan ditutupi oleh hutan mangrove yang merupakan rumah bagi banyak kelelawar. Ukuran kalong atau kelelawar di sini cukup besar tapi tidak perlu khawatir, mereka tidak membahayakan manusia. Selain kelelawar, pulau ini memiliki daya tarik lainnya termasuk pantai. Gelombang di pantai ini sedikit kuat. Itu berarti Anda seharusnya tidak sembarangan bermain di air. Seperti disebutkan sebelumnya, bakau merupakan bagian utama dari Pulau Kalong. Karena alasan ini, agak sulit untuk berkeliling pulau.

Menjelajahi Pulau Kalong

Waktu terbaik untuk berkeliling Pulau Kalong adalah di malam hari. Banyak kelelawar mulai mencari makanan. Mereka meninggalkan sarang mereka dan terbang  berkelompok. Tak heran, langit akan ditutupi oleh makhluk-makhluk ini. Mereka cukup megah. Suasana berbeda ketika  menyaksikan kelelawar ini di pagi hari. Pada saat ini, mereka kembali ke sarang mereka. Anda bisa menyaksikan momen ini dari kapal Anda. Karena pulau ini ditutupi oleh hutan mangrove, Anda tidak bisa menjelajahinya dengan berjalan kaki. Belum lagi tidak ada dermaga.

Tidak ada yang tahu di mana kelelawar mencari makanan. Bahkan pemandu wisata pun tidak memiliki informasi yang jelas mengenai masalah ini. Biasanya Kelelawar akan meninggalkan sarangnya di malam hari dan kembali lagi keesokan harinya. Inilah saat terbaik untuk mengamati pergerakan mereka. Semua pengunjung bisa menikmati pemandangan unik ini. Pulau Kalong merupakan titik kunjungan sebelum mengunjungi Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Di sekitar pulau ini dimungkinkan untuk menikmati snorkeling.

Daya tarik lainnya adalah mangrove. Seperti disebutkan sebelumnya, Mangrove ini adalah rumah kelelawar. Karena alasan ini, penduduk setempat merawat mangrove dengan baik. Itu berarti tidak ada yang diperbolehkan memotong pohon. Apalagi dilarang menangkap ikan secara ilegal. Dengan peraturan ini, Pulau Kalong mempertahankan keindahan dan kelestarian alamnya. Inilah alasan mengapa wisatawan mancanegara sangat tertarik untuk mengunjungi Pulau Kalong selain atraksi lain di dekatnya.

Pulau Kelor

Pulau Kelor adalah salah satu pulau kecil dekat Labuan bajo. Hanya membutuhkan kurang lebih 30 menit untuk bisa mencapai tempat ini jika menggunakan speedboat.

Seperti pulau pulau lainnya tempat ini juga menyimpan keindahan baik darat maupun kehidupan bawah lautnya. Ekosistem laut yang kaya dan indah seperti terumbu karang, koral dan berbagai jenis ikan sangat menarik untuk dinimati.  

Pulau ini memiliki bibir pantai yang cukup landai dengan pasir putih dan bukit menjulang di tengah pulau. Air lautnya yang jernih akan memudahkan wisatawan menikmati pemandangan dasar laut yang indah dari atas kapal.

Tempat ini sangat cocok untuk bersantai dan berenang. Aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah trekking. Bukit  tengah pulau cukup menantang untuk trekking, terlihat pendek tapi membutuhkan upaya yang cukup untuk bisa mencapai puncak.  Selain itu, Anda bisa menjelajahi laut dengan diving maupun snorkeling. Dijamin anda akan menemukan kekayaan laut yang istimewa. Pantainya yang landai dan pasir yang lembut sangat bagus untuk olahraga seperti sepak bola atau voli maupun futsal.

Untuk mencapai tempat menggunakan kapal atau speed boat. Juga bisa mengambil paket perjalanan yang tersedia di Labuan Bajo.

Untuk menikmati Pulau Kelor lebih lama, pengunjung bisa berkemah semalaman dan menggelar tenda dom. Namun, jangn lupa, membawa logistik yang lengkap. Sebab, tak ada warung atau rumah penduduk di sini.

Pastikan pula membawa kembali sampah-sampah bekas makanan atau minuman, supaya pulau tak ternoda oleh limbah.

Pulau Kelor letaknya cukup dekat dengan Kota Labuan Bajo. Kalau berlayar, waktu tempuhnya tak sampai 30 menit. Bahkan, bisa naik kapal nelayan kecil. Biaya sewa kapal untuk menuju pulau ini berkisar Rp 600 ribu pergi-pulang. Satu kapal muat untuk enam hingga tujuh orang.

PULAU KANAWA

Pulau Kanawa, pulau kecil dengan alam yang eksotis merupakan salah satu destinasi pariwisata favorit di Labuan Bajo, Flores. Pulau ini memiliki luas sekitar 32 ha dan berjarak kurang lebih 15 km dari Labuan Bajo, ibukota Manggarai Barat. Pulau ini juga juga sering disebut sebagai pintu gerbang pulau komodo, karena semua kapal yang menuju ke pulau Komodo pasti melewati pulau ini.

Pulau Kanawa dikenal memiliki keindahan alam dan kehidupan bawah laut yang sangat mempesona. Pantai dengan pasir putih dan air laut biru yang jernih memungkinkan Anda untuk menikmati ekosistem laut yang beragam seperti terumbu karang dan aneka jenis ikan. Bahkan ketika Anda menginjakan kaki di dermaga Kanawa, Anda bisa melihat berbagai jenis hewan laut seperti hiu kecil dan terumbu karang yang indah tanpa harus menyelam.

Pulau ini sangat cocok untuk bersantai, berjemur dan berenang di pantai. Jika Anda ingin menenangkan diri dari rutinitas yang padat tempat ini sangat direkomendasikan. Selain itu, pulau ini menawarkan spot yang bagus untuk snorkeling dan diving. Anda bisa menyewa alat snorkeling yang tersedia disini. Demikian juga untuk diving, ada PADI Dive Center yang siap memberi Anda berbagai paket diving. Aktivitas Snorkeling dan diving ini akan membawa Anda pada aneka ragam kekayaan dan pemandangan bawah laut yang indah.

Ditempat ini juga Anda bisa melakukan trekking sambil menikmati sunrise dan sun set. Bukit yang tidak terlalu tinggi untuk didaki menjadi tempat yang tepat untuk menikmati alam sekitar pulau Kanawa. Anda juga bisa mengikuti tour ke Pulau Komodo dan Pulau Rinca dan lain-lain yang ditawarkan oleh pihak pengelola.

Untuk akomodasi, ditempat ini sudah ada penginapan Kanawa Beach Bungalows dengan berbagai pilihan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan Anda. Karena tempat ini menjadi salah satu favorit wisatawan maka Anda harus booking jauh jauh hari sebelum berlibur ke tempat ini. Paket penginapan sudah termasuk makan pagi dan fasilitas antar jemput Labuan Bajo-Kanawa pulang pergi. Untuk makanan disini juga sudah tersedia restoran yang aneka ragam menu baik menu dalam negeri maupun luar negeri.

TAKA MAKASAR

Taka Makassar ini merupakan pulau timbul pasir putih di tengah lautan, jadi dari penamaannya itu Taka artinya dangkal. Makassar karena konon tempat ini ditemukan dan diberi nama oleh pelaut-pelaut dari bugis makassar. Itulah kenapa dinamakan Taka Makassar. Pulau Taka Makassar meski memiliki embel-embel Makassar, pulau ini tidak berada di Sulawesi Selatan dan tak punya keterkaitan apapun dengan Kota Makassar. Pulau ini dikenal sebagai pulau kecil yang tak berpenghuni dan merupakan bagian dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ukurannya juga tak terlalu besar, dengan luas tak jauh berbeda dengan lapangan sepak bola.

Taka Makassar merupakan sebuah pulau kecil yang memiliki struktur berupa hamparan pasir putih yang diselingi dengan rerimbunan ilalang. Karena ukurannya yang sangat kecil, pulau ini hanya muncul ketika air laut tengah surut. Sementara itu, ketika air pasang, permukaannya bakal tertutupi oleh permukaan air laut.

Aktivitas utama yang dapat dilakukan selagi berada di sini adalah menikmati keindahan alam bawah lautnya, bisa dengan snorkeling atau diving. Hanya saja, kamu perlu mempersiapkan peralatan sendiri kalau ingin menikmati alam bawah laut di sini. Karena merupakan pulau tak berpenghuni, jangan berharap untuk bisa menjumpai tempat sewa perlengkapan snorkeling atau diving di sini.

Saat mencoba aktivitas snorkeling dan diving, pastikan bahwa kamu ditemani dengan seorang pemandu. Alasannya, karena perairan di sekitar Pulau Taka Makassar ini memiliki arus yang cukup deras. Dengan keberadaan pemandu yang berpengalaman, keamanan selama menikmati pemandangan alam bawah laut yang luar biasa di sini lebih terjamin.

Untuk spot snorkeling, kamu bisa mencoba perairan yang berada tak jauh dari Pulau Taka Makassar. Kamu bisa menikmati pemandangan alam bawah laut secara sempurna, karena perairan di sini terkenal begitu jernih. Ada berbagai jenis terumbu karang dan hewan laut eksotis yang bisa kamu saksikan di sini.

Sementara itu, untuk pilihan tempat diving, ada lokasi yang disebut dengan Manta Point. Sesuai dengan namanya, di sini kamu bisa berkesempatan untuk melihat serta berinteraksi secara langsung dengan ikan pari manta yang dikenal sebagai spesies ikan pari terbesar.

Batu Cermin

Gua batu cermin adalah gua atau terowongan yang terdapat di bukit batu yang gelap di Labuan Bajo Manggarai Barat Flores Nusa Tenggara Timur. Luas gua ini 19 hektar, dan tingginya sekitar 75 meter

Disebut Batu Cermin karena ada sebuah lubang dari bubungan batu cadas itu. Lubang di Goa Batu Cermin, tempat masuknya sinar matahari Sinar matahari masuk ke gua melalui dinding-dinding gua, dan memantulkan cahayanya di dinding batu sehingga merefleksikan cahaya kecil ke areal lain dalam gua sehingga terlihat seperti cermin. Stalagtit dan stalagmit dalam gua terlihat berkilauan saat disinari cahaya senter maupun cahaya matahari.Kilauan ini disebabkan oleh kandungan garam di dalam air yang mengalir di saat turun hujan. Hal inilah yang membuat masyarakat sekitar menyebut gua ini denga gua batu cermin.

Gua batu cermin ditemukan oleh Theodore seorang Pastor Belanda sekaligus juga sebagai seorang arkeolog. Gua tersebut ditemukan pada tahun 1951. Verhoven mengemukakan bahwa dahulu Pulau Flores berada di dasar laut. Pernyataan ini berdasarkan temuan koral  dan fosil satwa laut yang menempel di dinding gua seperti fosil kura-kura.

Menariknya selain atraksi di darat, Labuan Bajo juga punya daya tarik lain di laut. Salah satu atraksi yang bisa kamu nikmati sebagai pecinta bahari adalah berenang bareng manta. Ingin tahu lebih banyak tentang manta point di Labuan Bajo? Mari simak beberapa fakta menariknya berikut ini.

Ada di Loh Liang

Manta point di Labuan Bajo tepatnya berlokasi di Loh Liang, Taman Nasional Komodo. Tempat tersebut bisa ditempuh sekitar 25 menit dari Pantai Jambon atau Pink Beach. Seperti namanya, manta point menjadi lokasi yang cocok untuk bercengkerama langsung dengan ikan yang punya ukuran rata-rata 3 meter tersebut. Manta Ray pun bisa dilihat dari kapal, tetapi jika kamu jago diving bisa langsung menyelam untuk melihat dan menyentuh langsung para manta.

Tak Harus Bisa Renang untuk Melihatnya

Tak Harus Bisa Renang untuk Melihatnya.

Memang sayang banget jika sudah ke Manta Point tetapi tak ikut mencebur ke laut. Namun, tak perlu memaksakan diri jika kamu memang tak bisa renang. Sebab, selain bisa melihat dari kapal, manta-manta ini juga bisa dinikmati dengan snorkeling yang tentunya didampingi guide profesional.

Jangan Panik Saat Berjumpa Manta

Jangan Panik Saat Berjumpa Manta.

Sebaliknya, jika kamu hendak memutuskan diving, pastikan semua peralatan menyelammu berfungsi dengan baik. Ikuti arahan instruktur dengan baik. Manta Ray memang tidak berbahaya, tetapi usahakan untuk selalu menjaga jarak aman. Paling penting adalah selalu relaks, dan jangan panik. Dengan begitu, kamu bisa bercengkerama lebih intim dengan para manta, sekaligus tak mencelakakan diri.

Waspada Ubur-Ubur dan Arus Laut

Waspada Ubur-Ubur dan Arus Laut.

Di mana ada manta di situ ada ubur-ubur. Ini karena spesies laut tersebut jadi makanan favorit manta. Maka dari itu, kamu perlu waspada dan sebisa mungkin pakai pakaian tertutup saat menyelam, agar tak tersengat ubur-ubur. Kemudian lagi, perhatikan arah arus. Manta point terkenal dengan arus laut yang cukup kencang. Ikuti arahan instruktur dan jangan melawan arus. Selain itu, juga jangan asyik foto sendiri, agar tak tertinggal jauh dari kelompok. Dengan begitu, pengalamanmu berjumpa manta akan menjadi lebih spesial.