Paket Wisata Bali 5 Hari 4 Malam (5H4M) mengunjungi object-object wisata berikut ini :

Pantai Pandawa

Pandawa terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung; sekitar 3 km dari daerah Nusa Dua. Dulunya  pantai ini tersembunyi di balik bukit sehingga disebut Pantai Rahasia. Secret Beach sebenarnya dikenal baik oleh beberapa wisatawan. Karena  akses yang sulit ke lokasi ini membuat pantai ini kosong. Beberapa pengunjung yang berkunjung ke sana adalah peselancar asing .  Namun setelah akses di terbuka pantai ini  sekarang  menjadi ramai oleh turis asing  maupun domestik.

Di pantai ini terdapat  tebing yang sangat tinggi yang pada salah satu sisinya dipahat lima patung Pandawa dan Kunti. Keenam patung tersebut secarara berurutan (dari posisi tertinggi) diberi penejasan nama Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Selain untuk tujuan wisata dan olahraga air, pantai ini juga dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut karena kontur pantai yang landai dan ombak yang tidak sampai ke garis pantai. Cukup banyak wisatawan yang melakukan kegiatan  Paralayang dari Bukit Timbis hingga ke Pantai Pandawa.

Pantai Padang Padang

Padang Padang Beach berlokasi di Pecatu Bali, dimana di pantai ini juga  di kenal dengan nama resmi Pantai Labuhan Sait , seperti di tunjukkan papan nama tepat di pinggir jalan seberang  gerbang pintu masuknya

Pantai ini  berjarak kurang lebih 15 kilometer dari kota Denpasar atau sekitar 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Pantai Padang Padang Bali adalah pantai dengan karakteristik tebing dengan pasirnya yang berwarna putih dan halus. Pantai Padang Padang Bali mulai terkenal semenjak digunakan sebagai lokasi syunting film Eat Pray Love, yang di bintangi artis Hollywood Julia Roberts.

Pantai ini  tergolong sangat unik, selain berada dibalik tebing-tebing batu juga karena untuk memasuki pantai ini anda harus menuruni dan menaiki anak tangga menembus sebuah goa sempit untuk menuju kawasan pantainya. Gua sempit ini hanya bisa dilewati oleh satu orang dewasa dan pengunjung lain yang berpapasan harus bergantian untuk melewati goa ini.

Dengan pasir pantai yang putih Pantai Padang Padang sebenarnya mempunyai garis pantai tidak terlalu panjang dan luas seperti pantai pantai di Bali pada umumnya , namun dengan adanya tebing dan batu karang besar di sekitarnya kawasan ini sehingga dengan pemandangan serta suasananya yang sangat indah dan  tenang akan membuat anda akan  lebih nyaman berkunjung saat menghabiskan waktu di sini.

Jimbaran Beach

Jimbaran beach  terletak tepat di sebelah selatan bandara ngurah Rai dan kawasan pantai Kuta. Dahulu pantai ini sebelumnya merupakan daerah terpencil di selatan Bali, hanya sebuah desa nelayan kecil dengan pasar sehari-hari. Itu semua mulai berubah pada tahun 1980an . Dan Jimbaran sekarang menjadi rumah bagi beberapa resor pantai kelas dunia 5 bintang, ditambah beberapa hotel kelas menengah. Serta  banyak vila kelas atas di daerah ini, terutama di daerah tebing yang tinggi di atas teluk Jimbaran.

Makanan seafood di pantai Jimbaran merupakan bagian klasik dari banyak jadwal pengunjung saat berkunjung ke Bali. Karena Pantai  Jimbaran adalah rumah bagi sekitar lima puluh restoran seafood bakar dalam tiga kelompok berbeda, semuanya berada di sepanjang pantai. Ketiga bagian tersebut adalah Muaya (di selatan), Kedonganan (di tengah) dan Kelan (sebelah utara pasar ikan). Masing-masing restoran memiliki banyak keunggulan dan pengelompokan.

Restoran-restoran itu umumnya  menyajikan menu yang sama dengan satu format  makanan laut/ seafood panggang atau  bakar dengan pilihan berbagai macam ikan, kepiting, cumi, udang, lobster , kerang dan lainnya. Di tambah sayuran hijau seperti plecing kangkung  dengan bawang putih nasi atau kentang goring dan sambal  pedas lokal (sambal matah). Kita bisa  menikmati hidangan yang tersaji di meja-meja yang tersusun rapi di atas pasir pantai yang lembut, sambil menyaksikan indahnya  matahari terbenam di ufuk laut dan  di iringi hembusan angin yang sejuk . Sungguh kombinasi suasana dan makanan  yang enak akan menjadikan tempat ini sangat  berkesan  selama menghabiskan waktu  liburan  di Bali

Pura Uluwatu

Pura Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, sekitar 30 km ke arah selatan dari kota Denpasar. Pura Uluwatu yang juga disebut Pura Luwur ini merupakan salah satu dari Pura Sad Kahyangan, yaitu enam Pura Kahyangan yang dianggap sebagai pilar spiritual P. Bali.

Ada dua pendapat tentang sejarah berdirinya pendirian Pura Uluwatu. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9, yaitu pada masa pemerintahan Marakata. Pendapat lain mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur. Dang Hyang Nirartha datang ke Bali pada tahun 1546 M, yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Sang Pedanda kemudian mendirikan Pura Uluwatu di Bukit Pecatu. Setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling P. Bali, Dang Hyang Nirartha kembali ke Pura Uluwatu. Di pura inilah Sang Pedanda ‘moksa’, meninggalkan ‘marcapada’ (dunia) menuju ‘swargaloka’ (surga). Upacara atau ‘piodalan’ peringatan hari jadi pura jatuh pada hari Anggara Kasih, wuku Medangsia dalam penanggalan Saka. Biasanya upacara tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh ribuan umat Hindu.

Pura Uluwatu menempati lahan di sebuah tebing yang tinggi yang menjorok ke Samudera Indonesia dengan ketinggian sekitar 70 m di atas permukaan laut. Karena letaknya di atas tebing, untuk sampai ke lokasi pura orang harus berjalan mendaki tangga batu yang cukup tinggi. Bangunan pura ini menghadap ke arah timur, berbeda dengan pura lain di Bali yang umumnya menghadap ke arah barat atau ke selatan. Di sepanjang jalan di tepi luar pura terdapat ratusan kera yang berkeliaran. Walaupun tampak jinak, kera-kera tersebut seringkali mengganggu pengunjung dengan menyerobot makanan atau barang-barang yang dikenakan.

Di ujung jalan yang mendaki terdapat dua pintu masuk ke komplek pura, satu terletak di sebelah utara dan satu lagi di sebelah selatan. Pintu masuk tersebut berbentuk gapura bentar dan terbuat dari batu. Di depan gapura terdapat sepasang arca berbentuk manusia berkepala gajah dalam posisi berdiri. Dinding depan gapura dihiasi pahatan yang sangat halus bermotif daun dan bunga.

Di sebelah dalam, di balik gapura, terdapat sebuah lorong berlantai batu berundak, menuju ke pelataran dalam. Lorong terbuka ini diteduhi oleh pohon yang ditanam di sepanjang kiri dan kanan lorong.

Pelataran dalam merupakan pelataran terbuka. Lantai pelataran tertutup oleh lantai batu yang tertata rapi. Di dekat gapura, di sisi utara, terdapat bangunan kayu. Di sebelah barat, berseberangan dengan jalan masuk, terdapat sebuah gapura paduraksa yang merupakan jalan masuk ke pelataran yang lebih dalam lagi.

Taman Ayun Mengwi

Pura Taman Ayun merupakan Pura Paibon/Pedarman Raja Mengwi untuk memuja roh leluhur dari raja-raja yang diwujudkan dengan dibangunnya sebuah gedong Paibon, serta dibangun pula meru-meru untuk pemujaan dan persembahyangan kepada para Dewa bagi masyarakat kerajaan Mengwi dalam memohon kesejahteraan. Pura Taman Ayun berlokasi di Kecamatan Mengwi Badung Bali. Taman ini beserta Pura Taman Ayun merupakan peninggalan bersejarah dari kerajaan Mengwi.

Sejarahnya Pura Taman Ayun ini dibangun pada abad ke-17 tepatnya dimulai tahun 1632. Dan selesai pada tahun 1634 oleh raja Kerajaan Mengwi yang pada saat itu mempunyai nama lain kerajaan “Mangapura”, “Mangarajia”, dan “Kawiyapura”, yaitu I Gusti Agung Putu raja kerajaan mengwi saat itu.Dalam pembangunan Pura Taman Ayun, beliau dibantu oleh arsitek yang berasal dari seorang keturunan Cina dari Banyuwangi yang bernama Ing Khang Ghoew juga sering disebut I Kaco rekan dari Raja Mengwi.Pura Taman Ayun merupakan Pura Keluarga bagi Kerajaan Mengwi. Awalnya, pura ini didirikan karena pura-pura yang ada pada jama itu jaraknya terlalu jauh untuk dijangkau oleh masyarakat Mengwi. Maka dari itu, Sang Raja mendirikan sebuah tempat pemujaan dengan beberapa bangunan sebagai penyawangan (simbol) daripada 9 pura utama yang ada di Bali, seperti Pura Besakih, Pura Ulundanu, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Baturdan pura utama lainnya yang ada di Bali.

Baturiti Agri Culture Kopi Luwak

Agro wisata kopi luwak adalah kebun agrowisata kopi dan cokelat khas Bali. Di sini, pengunjung disuguhi proses pembuatan kopi luwak dalam suasana alami khas pedesaan. Begitu masuk, pengunjung akan melihat ada pohon kopi dan pohon buah cokelat yang berwarna hijau dan cokelat kemerahan tengah menggantung.

Objek wisata yang ini memiliki keunikan lantaran menyajikan pemandangan perkebunan kopi yang terawat. Tidak hanya itu, ada sebuah warung yang biasa dijadikan tempat nongkrong sekaligus menyeruput kenikmatan kopi luwak khas Baturiti. Kita juga bisa menikmati 8 jenis varian kopi serta teh yang masih diolah dengan cara tradisional.

Pura Ulundanu Bratan

Pura Ulun Danu Bratan atau Pura Bratan merupakan sebuah candi air besar di Bali.  Kompleks pura ini terletak di tepi barat laut Danau Bratan di pegunungan Bedugul. 

Pura ini sebenarnya digunakan untuk upacara persembahan untuk dewi Dewi Danu, dewi air, danau dan sungai. Danau Bratan merupakan salah satu danau penting dalam hal irigasi.

Kompleks ini dibangun pada tahun 1633 .  Meru, dengan sebelas atap didedikasikan untuk Siwa dan istrinya Parwati. Buddha pun juga memiliki tempat dalam kuil dewa Hindu tersebut.

Danau Bratan dikenal sebagai danau “gunung suci”, kawasan ini sangat subur, terletak pada ketinggian 1.200 meter, Karena terletak di daerah pegunungan, membuat tempat wisata ini selalu sejuk sepanjang hari dan kadang-kadang kabut turun disiang sampai sore hari. Tempat ini dapat ditempuh kurang lebih 1 – 1,5 jam berkendara dari Kuta.

Keindahan Pura Ulun Danu dan Danau Beratan dapat dinikmati sambil berjalan-jalan di sepanjang datepi nau mau pun dengan menyewa perahu. Pura Ulun Danu merupakan pura Hindu tempat pemujaan Dewi Danu yang dipercaya sebagai manifestasi dewi kesuburan.

Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot yang terletak di sisi pantai pedesaan Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Tanah Lot yang terdiri dari dua kata, yang kata Tanah ditafsirkan sebagai karang tampak seperti gili atau pulau. Lot atau kata Lod memiliki makna laut. Jadi Tanah Lot yang berarti pulau kecil mengambang di laut. Lokasi yang sekarang disebut sebagai Tanah Lot telah digunakan pada periode Megalitik sebagai tempat suci, terbukti dari adanya menhir. Berdasarkan kondisi lingkungan, maka struktur Pura Tanah Lot dibangun di dataran karang teratur sudutnya yang hanya terdiri dari satu halaman polos sebagai Jeroan.

Pura Tanah Lot terletak di 30 Km di sisi barat Denpasar kota dan sekitar 11 Km di sebelah selatan kota Tabanan. Pura ini dibangun di atas batu dengan ukuran 3 hektar dan dapat dijangkau dalam beberapa menit dengan berjalan kaki, karena hanya 20 meter dari bibir pantai. Pura  ini sangat terkenal di antara tujuan wisata di Bali dengan pemandangan spektakuler matahari terbenam. Di beberapa sudut dari terumbu karang di sekitar Pura Tanah Lot terdapat ular jinak yang dipercaya sebagai makhluk yang di keramatkan dan disucikan, ular yang berwarna hitam dan putih di mana menurut masyarakat setempat percaya bahwa sebagai properti dewa dan sebagai penjaga pura dari pengaruh buruk.

Pura yang dibangun oleh Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. 

Odalan atau hari raya di Pura ini diperingati setiap 210 hari sekali, sama seperti pura-pura yang lain. Jatuhnya dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan yaitu tepatnya pada Hari Suci Buda Cemeng Langkir. Saat itu, orang yang sembahyang akan ramai bersembahyang di Pura Ini.

Fungsi pura ini dapat direalisasikan dari fungsi bangunan pura utama yang terletak di daerah pura utama. Di tempat ini, ada sebuah kuil utama untuk menyembah dewa dalam bentuk Dewa Baruna atau Bhatara Segara, kekuatan laut. Media ibadah untuk dewa ini adalah bangunan candi dengan 5 bertingkat sedangkan bangunan Pura bertingkat 3 di bagian utara daerah ini pemaknaan untuk menyembah kepada Dang Hyang Nirartha.

Dalam rangka untuk mengetahui status Pura Tanah Lot dapat direalisasikan dari sejarah pura, fungsi dan keberadaan pemuja juga masuk berdoa saat upacara di pura ini diselenggarakan. Dalam hal ini dapat diwujudkan sebagai berikut:

Pura Tanah Lot sebagai dang Kahyangan (Kuil Suci besar di Bali), karena sejarah dan Penyiwi (Orang-orang merawat candi) adalah dari orang-orang lokal dari Kabupaten Tabanan dan sekitarnya.

Pura Tanah Lot Temple sebagai Segara, karena yang berfungsi sebagai tempat suci untuk menyembah Segara Bhatara, Tuhan dengan manifestasi sebagai Dewa Daya laut.

Hewan yang unik dapat dilihat di daerah pura Tanah Lot ini, adalah ular yang umumnya dapat ditemui di pantai, bagian dari perutnya tidak ada kulit melintang, ular air laut ini sangat berbahaya, tapi kasus gigitan ular sangat jarang terjadi, karena ular air laut umumnya sangat pasif.

Monkey Forest

Mandala Wisata Wenara Wana  atau Ubud Monkey Forest adalah cagar alam dan kompleks candi Hindu di Ubud, Bali. Nama resminya adalah Sacred Monkey Forest Sanctuary .

Di tempat ini mempunyai kurang lebih 340 ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) (32 jantan dewasa, 19 jantan muda, 77 betina dewasa, 122 remaja dan 54 bayi).  Ada empat kelompok monyet yang menempati wilayah berbeda di kawasan ini. Kehadiran Monkey Forest atau hutan sakral Ubud merupakan sebuah  koeksistensi yang harmonis antara manusia dan alam. Di Bali, tempat-tempat suci seperti Monkey Forest ( Hutan Monyet ) biasanya berada di daerah keramat, sering dikelilingi oleh pura-pura.  Tempat-tempat suci budaya ini tidak hanya merupakan bagian penting dari warisan Bali, tapi juga merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari.  Upacara keagamaan di pura secara teratur diadakan oleh penduduk desa .

Hutan  (Forest)

Hutan ini memiliki luas kira-kira sepersepuluh dari satu kilometer persegi (sekitar 27 hektare) dan berisi setidaknya 115 spesies pohon yang berbeda  . Beberapa pohon ini dianggap suci dan digunakan dalam berbagai praktik spiritual Bali. Contohnya termasuk Majegan, yang digunakan secara eksklusif untuk pembangunan tempat suci; atau Berigin, yang daunnya digunakan dalam upacara kremasi.

Yang sangat penting adalah Pule Bandak, pohon yang mewujudkan semangat hutan, dan digunakan dalam pembuatan topeng  yang kuat. Topeng ini hanya digunakan di dalam kuil, dan dimana pepohonan tidak mati untuk membuatnya.

Kera / Monyet (Monkey)

Jenis kera yang hidup didalam kawasan Monkey Forest dikenal sebagai kera bali ekor panjang yang dalam istilah ilmiahnya  disebut Macaca fascicularis. Dalam bahasa Inggris disebut macaque.

Ada sekitar 600 ekor kera yang menghuni kawasan ini. Mereka terbagi dalam 5 kelompok: di depan pura dalem, michelin, timur, tengah, dan kuburan. Masing-masing grup beranggotakan 100 – 120 ekor monyet terdiri dari: bayi (0 – 1 tahun), juvenil 1 (1 – 2 tahun), juvenil 2 (2 – 4 tahun), sub dewasa jantan (4 – 6 tahun), dewasa betina (> 4 tahun), dan dewasa jantan (> 6 tahun).

Karena populasinya yang cukup banyak, konflik antar kelompok kera tidak dapat dihindari. Terkadang untuk tujuan tertentu, misalnya mandi ke sungai di musim kemarau, kelompok tertentu mesti melewati wilayah kekuasaan kelompok lainnya.

Kera jenis ini aktif di siang hari dan beristirahat di malam hari. Kera betina mengandung selama 6 bulan dan umumnya melahirkan 1 ekor bayi. Sangat jarang melahirkan bayi kembar. Bayi kera bersama induknya kurang lebih selama 10 bulan dan sesudahnya akan disapih untuk hidup mandiri. Perkawinan dapat terjadi sepanjang tahun dengan intensitas tinggi terjadi sekitar bulan Mei – Agustus. Induk kera  (betina) sangat menjaga bayi mereka bahkan kera betina yang tidak melahirkan pun turut juga menjaga bayi – bayi kera itu, bersama – sama.

Berat rata-rata kera betina 2.5 – 5.7 kg dan kera jantan 3.5 – 8 kg. Usia hidup kera jantan sampai 15 tahun sedangkan kera betina sampai 20 tahun.

Kera ekor panjang termasuk binatang omnivora. Di Wenara Suci Wenara Wana (Monkey Forest Ubud), makanan utamanya adalah ketela rambat, diberikan 3 kali sehari dan setiap hari dikombinasikan dengan: pisang, daun papaya, jagung, mentimun, kelapa, dan buah-buahan lokal lainnya.

PURA

Di Monkey Forest / Hutan Monyet  terdapat  juga  3  pura yang berada di kawasan Mandala Suci Wenara Wana ini.

PURA DALEM AGUNG, berlokasi di barat daya kawasan. Pura ini adalah tempat memuja Tuhan (Hyang Widhi) dalam personifikasinya sebagai Dewa Siwa atau Hyang Pendaur

Di barat laut kawasan, anda akan menemukan PURA BEJI. Pura ini  adalah tempat memuja Tuhan (Hyang Widhi) dalam personifikasinya sebagai Dewi Gangga. Pura ini adalah tempat pensucian sebelum dilangsungkannya upacara (piodalan). Pura Beji juga sering digunakan untuk melukat sebagai pembersihan lahir dan bathin secara spiritual.

Pura ketiga adalah PURA PRAJAPATI. Pura ini terletak di timur laut kawasan. Pura ini berdampingan dengan kuburan. Di Pura ini umat Hindu memuja Tuhan (Hyang Widhi) dalam personifikasinya sebagai Prajapati. Perlu diketahui, kuburan yang ada, digunakan untuk sementara waktu sambil menunggu saat dilaksanakannya ngaben massal yang diadakan setiap 5 tahun sekali.

Monkey Forest  menjadi tujuan wisata yang  populer di Ubud, dan sering dikunjungi oleh lebih dari 10.000 wisatawan per bulan.

Ubud Palace

Ubud Palace atau Istana Ubud, adalah nama resmi Puri Saren  Agung, merupakan kompleks bangunan bersejarah yang terletak di Ubud, Kabupaten Gianyar Bali.  Puri Saren Ubud berjarak 22 km dari Kota Denpasar Bali sekitar  35 menit perjalanan.

Istana ini merupakan tempat tinggal resmi keluarga kerajaan Ubud.   Puri Saren Ubud (Ubud Palace) merupakan istana kerajaan Ubud Bali yang indah dengan rumah-rumah tradisional sebagai tempat kediaman Raja Ubud.

Ubud memiliki sejarah yang di mulai  di  abad  kedelapan, ketika pendeta Hindu Jawa Rsi Marhandya datang ke Bali dari Jawa, dan bermeditasi di pertemuan dua sungai Wos di Campuan, tepat di sebelah barat pusat kota modern. Sebuah tempat suci didirikan dan kemudian diperluas oleh Nirartha, pendeta Jawa yang dianggap sebaga  pendiri praktik dan ritual keagamaan Bali seperti yang kita kenal sekarang. Saat itu kawasanini merupakan pusat pengobatan dan penyembuhan alami, dan begitulah nama Ubud : Ubad dari istilah Bali kuno yang berarti kedokteran mengacu pada khasiat penyembuhan tradisional dari berbagai tanaman yang  di sini.

Semenjak dahulu dalam sejarahnya ada hubungan yang erat  antara Jawa dan Bali, yaitu saat terjadi  disintegrasi kerajaan Majapahit yang dulu perkasa di abad ke-15 . dengan di ikuti  eksodus massal bangsawan ke Bali. Sebuah kerajaan baru di pesisir timur pulau yang disebut Gelgel kemudian dibangun dan memberi perlindungan bagi banyak keluarga penguasa penting pada saat itu .  Mereka membawa warisan seni dan prinsip-prinsip sistem kasta.

Dan pada abad ke-17  di Bali banyak bermunculan  kerajaan-kerajaan  baru yang cepat, termasuk pendirian beberapa rumah kerajaan di Ubud. Namun, di periode ini juga melihat banyak konflik antara klan kerajaan kerajaan dengan supremasi sebagai tujuan akhir. Seorang pangeran dari Klungkung dikirim untuk membuat istana di Sukawati sebagai pusat kekuatan dan keindahan estetika. Pengrajin datang dari seluruh Bali untuk membantu dalam konstruksi dan setelah selesai banyak dari mereka memilih untuk tinggal.  Sukawati saat ini adalah sebuah komunitas yang sangat mendukung segala bentuk kesenian serta tarian dan musik.

Ubud Palace didirikan oleh Ida Tjokorda Putu Kandel yang memerintah pada tahun 1800-1823 Masehi. Selama ini Puri Saren difungsikan sebagai repositori budaya tradisional Bali yakni sebagai pelindung utama kesenian, tarian, maupun sastra Bali. Puri ini sangat unik, karena memiliki benda-benda yang sarat dengan estetika yang tinggi, bangunan tradisionalnya menawan dan artistik. Puri ini dilengkapi juga dengan auditorium/wantilan sebagai tempat pertemuan.

Di Bali mulai terlihat  masuknya pengunjung luar negeri yang signifikan selama tahun 1930-an. Gelombang pertama pariwisata ini terfokus di dan sekitar Ubud karena kepercayaan bisnis Tjokorde Gede Agung Sukawati yang mahir dalam bahasa Inggris dan Belanda. Dia mendirikan sebuah rumah tamu kecil dan kakaknya Tjokorde Raka Sukawati, yang tinggal di seberang jalan, berinisiatif untuk menyambut komposer terkenal Walter Spires ke Ubud untuk tinggal dan bekerja. Ini menjadi tren bagi seniman asing lainnya dan segera orang-orang seperti Rudolf Bonnet dan Willem Hofker tiba untuk membuat kuda-kuda dan cat.

Tinggalnya Walter Spiers di Ubud menjadikan trend di kalangan seniman lukis asing untuk berkarya di Ubud. Melalui lukisan inilah, Ubud mulai terkenal ke mancanegara, karena lukisan dari pelukis asing, mengambarkan tentang kehidupan di Ubud, serta pelukis asing melakukan pameran lukisan di luar negeri.

Sebuah asosiasi seni lukis didirikan oleh Tjokorde Gede Agung (raja Ubud), Walter Spies dan Rudolf Bonnet, serta beberapa seniman lokal yang diberi nama Pita Maha. Tujuan dari asosiasi seni lukis ini adalah mengumpulkan para seniman Bali, untuk mengajarkan kesenian kepada para muda-mudi di daerah Ubud. Oleh sebab itu, sampai saat ini, objek wisata Ubud menjadi pusat museum di Bali. Museum yang ada di Ubud seperti Arma Museum Ubud dan Museum Puri Lukisan Ubud.

Hingga saat ini puri Ubud telah menjadi salah satu objek wisata di Bali yang terkenal. Hampir setiap hari ramai di kunjungi wisatawan dari mancanegara dan domestic.

Ceking Rice Terrace Tegalalang

Pura Tirta Empul adalah pura Hindu di tengah pulau Bali, Indonesia, tepatnya di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, yang terkenal dengan air sucinya di mana orang Hindu Bali mencari penyucian.

Mitologi : Diceritakan bahwa Raja Mayadenawa bersikap sewenang–wenang dan tidak mengijinkan rakyat untuk melaksanakan upacara-upacara keagamaan untuk mohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Setelah perbuatan itu diketahui oleh Para Dewa, maka para dewa yang dikepalai oleh Bhatara Indra menyerang Mayadenawa. Mayadenawa kalah dan melarikan diri hingga di sebelah Utara Desa Tampak siring. Dengan kesaktiannya ia menciptakan sebuah mata air beracun mengakibatkan laskar Bhatara Indra yang mengejarnya gugur akibat minum air tersebut. Melihat hal ini Bhatara Indra segera menancapkan tombaknya dan “air keluar dari tanah” (Tirta Empul). Air Suci ini dipakai memerciki para Dewa sehingga tidak beberapa lama bisa hidup lagi seperti sedia kala.

Pembangunan pura: Pura Tirta Empul dibangun pada 962 M selama wangsa Warmadewa (dari abad ke-10 hingga ke-14), di tempat adanya mata air besar.

Di sisi kiri pura terdapat sebuah vila modern di atas bukit, dibangun untuk kunjungan Presiden Sukarno dalam tahun 1954, yang sekarang digunakan sebagai tetirah bagi tamu-tamu penting.

Kelingking Beach

Tebing yang curam yang bentuknya mirip seperti ikan paus, terdapat di pantai Kelingking Nusa Penida atau yang dikenal dengan sebutan Tebing Karang Dawa. Kelingking atau secret point berada di bawah tebing dan akses menuju ke bawah menyulitkan pengunjung. Namun pengunjung dapat menikmati pemandangan dari atas tebing, pemandangan pasir putih yang menghiasi pantai dan gelombang ombak air laut yang langsung menabrak tebing di sekitar pantai. Jika anda ingin mengabadikan moment disini, anda harus berhati hati karena anda bediri diatas tebing tinggi yang belum disediakan pembatas.Penguru Pantai Kelingking mengatakan bahwa untuk sampai ke bibir pantai diperlukan waktu selama satu jam dan akses yang ditempuh menuruni tebing sepanjang 150 meter. Belum ada akses jalan yang dicetak, masih alami dan jalannya cukup berlekok-lekok dan agak terjal tetapi cukup aman karena jalan batu kapur keras jadi tidak licin walaupun setelah hujan. Tebing Paluang atau Karang Dawa, begitulah masyarakat lokal menamainya. bahkan mereka tak terlalu familiar dengan nama Pantai Kelingking, karena disana terkenal dengan sebutan Pantai Karang Dawa, nama tersebut sama dengan lokasi keberadaan pantai ini, yakni di Dusun Karang Dawa

Broken Beach

Pasih Uug Nusa Penida seperti sebuah lautan yang terpisah dengan lautan lepas, air laut yang masuk melalui jembatan tebing karang dan terperangkap diantara tebing-tebing karang, yang kemudian membentuk kolam alami yang besar dengan ketinggian tebing sekitar 50-200 meter. Pasih Uug atau Broken Beach merupakan kawasan yang sangat unik, dari namanya diartikan sebagai pantai yang rusak, namun kawasan wisata ini justru menjadi tempat yang unik dan menarik. Pantai ini tidak jauh beda dengan Pura Uluwatu, namun di pantai ini tidak terdapat pura dan monyet seperti di Uluwatu yang menjadikan Pantai ini tidak kalah indahnya dengan Uluwatu. Terdapat tebing yang membentuk terowongan atau lubang besar yang seolah-olah bentuknya rusak, dan diatas lubang besar ini seperti membentuk sebuah jembatan. Ketika melihat ke lautan , anda dapat menyaksikan hamparan lautan yang biru dan juga melihat banyaknya ikan pari yang berenang dengan bebasnya. Pasih Uug ini berlokasi di Banjar Sumpang, Desa Bunga Mekar atau lebih tepatnya di Nusa Penida bagian barat.

Angel Billabong

Angel’s Billabong Nusa Penida merupakan salah satu tempat wisata menarik di Nusa Penida, dimana tempat ini merupakan salahsatu tempat tersembunyi yang mengagumkan di Nusa Penida yang lokasinya berdekatan dengan Pasih Uug . Tempat ini dijuluki Angel’s Billabong oleh wisatawan asing yang menemukan tempat ini, ia terpukau dengan pesona keindahannya. Angel’s yang berarti bidadarinya Nusa Penida, dan Billabong dalam bahasa inggris berarti ujung dari sebuah sungai yang buntu. Angel’s Billabong terbentuk dari tebing karang yang terbelah dan membentuk sungai besar dengan air yang jernih. Jernihnya dan beningnya air yang bermuara disana membuat anda mampu melihat dasar sungai dengan mata telanjang dan tumbuhnya tumbuhan lumut berwarna hijau di sekitar karang – karangnya membuat Angel’s Billabong Nusa penida terkesan lebih alami. Tidak banyak orang yang mengetahui letak tepat Angel’s Bilabong ini, jadi jika anda ingin berkunjung kesini anda harus bertanya kepada penduduk lokal setempat.

Chrystal Bay Beach

Nama Crystal Bay Nusa Penida memang dipakai karena disesuaikan dengan kondisi air yang sangat bening membuat pengunjung menamai tempat ini dengan nama Crystal Bay. Bukan hanya mempunyai air yang sebening kristal, pantai ini juga memiliki alam bawah laut yang mengagumkan sehingga pantai ini dijadikan lokasi untuk snorkeling serta scuba diving oleh wisatawan. Terumbu karang yang ada di pantai ini menjadi rumah untuk bagi berbagai jenis ikan yang cantik maupun binatang laut lainnya, dan juga di pantai ini kalian dapat melihat ikan Mola – mola namun jika kalian beruntung anda dapat berenang bersama ikan mola – mola . Tidak hanya pemandangan bawah laut yang cantik, pantai ini juga mempunyai pemandangan darat yang tidak kalah mengagumkan dengan hamparan pasir yang sangat luas dengan garis pantai yang mencapai 1 kilometer serta dikelilingi oleh keberadaan gugusan atol kecil serta bukit hijau yang menyegarkan mata. Keunikan juga dapat anda jumpai di pantai ini, terdapat sebuah pulau kecil yang tidak jauh dari lokasi pantai dimana pulau itu mempunyai ukuran tak kurang dari 1 hektarare. Keberadaan pulau mungil ini menjadi pemecah ombak alami di tempat ini sehingga membuat para pengunjung bisa dengan bebas melakukan aktivitas snorkeling di Pantai Crystal Bay ini

Upside Down World

Upside Down World  Bali  terletak di Jalan  Ngurah Desa Pemogan Kota Denpasar Bali. Jaraknya hanya 6 km dari Bandara Ngurah Rai ,dengan waktu tempuh sekitar 10 menit.

Didirikan pada tahun 2016, Upside Down World  merupakan salah satu tempat  yang menarik dengan delapan lokasi di Asia Tenggara , yang salah satunya berada di Bali , dalam tahun pertama operasinya.

Upside down World mempunyai  daya tarik tersendiri bagi wisatawan  lokal maupun wisatawan mancanegara. Karena pengunjung  dapat  memasuki sebuah rumah yang dilengkapi dengan perabotan unik.   Upside Down  world mempunyai  banyak ruang bertema khusus untuk fotografi baik foto biasa atau foto 360 derajat .

Sesuai namanya maka dunia  kita sebagai pengunjung terlihat berubah seketika. Atas menjadi bawah dan sebaliknya bawah menjadi atas. Upside Down World telah terbukti populer dan bersaing dengan 50.000 pengikutnya di semua platform media sosial, yang memang menyoroti kekuatannya baik sebagai penyusun tren media sosial karena keunikannya sebagai salah satu tempat wisata yang harus anda kunjungi. Hasil foto pengunjung di setiap ruang sungguh menakjubkan dan terlihat menarik .

Upside Down World Bali menambah daftar kegiatan dalam ruangan yang asik di pulau Bali , di mana Anda bisa memasuki tujuh ruangan yang dirancang khusus yang dekorasi dan perabotannya sederhana, dan dengan sengaja, dengan cara yang terbalik .Di Indonesia sendiri Upside  Down World ada juga di beberapa kota besar seperti Jogja, Tangerang Selatan (Alam Sutera) dan Bandung.

Water Blow Nusa Dua

Water Blow terletak di kawasan wisata pantai Nusa Dua, tepat ada di belakang area hotel Grand Hyatt Nusa Dua. Untuk mencarinya anda harus masuk ke kawasan BTDC Nusa Dua . Jarak tempat ini sekitar 30 menit dari arah Bandara Ngurah Rai . Water blow Nusa Dua ini merupakan formasi batuan dimana ombak bertabrakan ke dinding batu menciptakan percikan dan semburan raksasa seperti air yang “meledak”.

Daerah ini memiliki tebing dan batu karang yang berbahaya yang baru-baru ini dikelola oleh BTDC dengan menciptakan jalur dan pagar pembatas. Dan anda  akan dengan mudah mencapai tempat ini karena kita tinggal mengikuti jalan setapak yang tertata rapi  yang khusus di buat untuk mencapai  tempat ini. Tidak hanya itu, bangunan beratap terbuka dan dibangun di salah satu ujung tebing dan sebuah monumen tidak jauh dari waterblow.

Mekanisme menarik dari Water Blow ini adalah bahwa di tebing yang langsung berhadapan  dengan Samudra Hindia, ada celah penyempitan yang panjang . Saat ombak  bergulir dan menghempas terus menerus menghantam tebing, dan akan terjatuh di celah sehingga  akan  terhempas ke atas. Kadang   terlihat seperti semburan  busa putih besar dari kejauhan. Jika gelombang yang lebih besar dan lebih cepat menerpa celah tebing tersebut bisa menimbulkan efek hempasan  ombak yang lebih tinggi hingga bisa setinggi 30 m.  Jika anda berkunjung pada bulan Juli – Oktober, siap-siaplah akan basah terkena percikan air laut. Momen air laut sampai naik tinggi keatas tidak setiap hari akan anda temukan di Water Blow Nusa Dua. Dan momen terbaik itu biasanya terjadi di siang hari.