Wisata Bali Murah 5 Hari 4 Malam (5H4M) Opsi 1 mengunjungi object-object wisata sebagai berikut :

Jatiluwih Rice Terrace

Jati Luwih Rice Terrace  terletak di Desa Jatiluwih  Penebel,  Kabupaten Tabanan . Terletak  di ketinggian 700 meter, dengan suasana sejuk dan nyaman,  Jatiluwih   terkenal dengan sistem pertanian organiknya karena berada di dataran tinggi Gunung Watukaru yang cocok untuk pengembangan pertanian.

Jatiluwih adalah sebuah desa yang memiliki hamparan luas sawah dengan panorama sawah berteras , yang menggunakan sistem irigasi tradisional Bali. Nama Jatiluiwh berasal dari  dari Jati dan Luwih, dimana Jati berarti benar-benar dan Luwih yang berarti utama, bagus, dan indah atau setara. Sawah lokal ditanam di tempat ini terlihat khas dari tanaman dengan ukuran relatif tinggi dibandingkan dengan padi unggulan lainnya yang ditanam oleh sebagian besar petani di Bali.

Jatiluwih  berjarak kurang lebih 8 km sebelum sampai di Bedugul.  Sejak tahun 2007 kawasan wisata ini dinominasikan sebagai situs warisan dunia UNESCO, karena situs ini telah mampu mempertahankan warisan budaya lokal dalam bentuk sistem irigasi air yang dikelola secara tradisional yang disebut oleh SUBAK. Dan UNESCO telah menunjuk situs ini sebagai salah satu Situs Warisan Dunia pada tanggal 26 Juli 2012. Penunjukan ini meliputi 14 subak dan 11 desa terdiri dari 2.372 ha sawah, 3.545 ha kebun, hutan seluas 9.316 ha, 317 ha perumahan dan 475 ha semak liar.

Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot yang terletak di sisi pantai pedesaan Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Tanah Lot yang terdiri dari dua kata, yang kata Tanah ditafsirkan sebagai karang tampak seperti gili atau pulau. Lot atau kata Lod memiliki makna laut. Jadi Tanah Lot yang berarti pulau kecil mengambang di laut. Lokasi yang sekarang disebut sebagai Tanah Lot telah digunakan pada periode Megalitik sebagai tempat suci, terbukti dari adanya menhir. Berdasarkan kondisi lingkungan, maka struktur Pura Tanah Lot dibangun di dataran karang teratur sudutnya yang hanya terdiri dari satu halaman polos sebagai Jeroan.

Pura Tanah Lot terletak di 30 Km di sisi barat Denpasar kota dan sekitar 11 Km di sebelah selatan kota Tabanan. Pura ini dibangun di atas batu dengan ukuran 3 hektar dan dapat dijangkau dalam beberapa menit dengan berjalan kaki, karena hanya 20 meter dari bibir pantai. Pura  ini sangat terkenal di antara tujuan wisata di Bali dengan pemandangan spektakuler matahari terbenam. Di beberapa sudut dari terumbu karang di sekitar Pura Tanah Lot terdapat ular jinak yang dipercaya sebagai makhluk yang di keramatkan dan disucikan, ular yang berwarna hitam dan putih di mana menurut masyarakat setempat percaya bahwa sebagai properti dewa dan sebagai penjaga pura dari pengaruh buruk.

Pura yang dibangun oleh Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. 

Odalan atau hari raya di Pura ini diperingati setiap 210 hari sekali, sama seperti pura-pura yang lain. Jatuhnya dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan yaitu tepatnya pada Hari Suci Buda Cemeng Langkir. Saat itu, orang yang sembahyang akan ramai bersembahyang di Pura Ini.

Fungsi pura ini dapat direalisasikan dari fungsi bangunan pura utama yang terletak di daerah pura utama. Di tempat ini, ada sebuah kuil utama untuk menyembah dewa dalam bentuk Dewa Baruna atau Bhatara Segara, kekuatan laut. Media ibadah untuk dewa ini adalah bangunan candi dengan 5 bertingkat sedangkan bangunan Pura bertingkat 3 di bagian utara daerah ini pemaknaan untuk menyembah kepada Dang Hyang Nirartha.

Dalam rangka untuk mengetahui status Pura Tanah Lot dapat direalisasikan dari sejarah pura, fungsi dan keberadaan pemuja juga masuk berdoa saat upacara di pura ini diselenggarakan. Dalam hal ini dapat diwujudkan sebagai berikut:

Pura Tanah Lot sebagai dang Kahyangan (Kuil Suci besar di Bali), karena sejarah dan Penyiwi (Orang-orang merawat candi) adalah dari orang-orang lokal dari Kabupaten Tabanan dan sekitarnya.

Pura Tanah Lot Temple sebagai Segara, karena yang berfungsi sebagai tempat suci untuk menyembah Segara Bhatara, Tuhan dengan manifestasi sebagai Dewa Daya laut.

Hewan yang unik dapat dilihat di daerah pura Tanah Lot ini, adalah ular yang umumnya dapat ditemui di pantai, bagian dari perutnya tidak ada kulit melintang, ular air laut ini sangat berbahaya, tapi kasus gigitan ular sangat jarang terjadi, karena ular air laut umumnya sangat pasif.

Museum DMZ

DMZ Trick Art Museum terletak di Legian  Nakula  Kuta Bali. Berjarak sekitar 8 km dari Bandara Ngurah Rai. Dapat di tempuh dalam waktu 15 menit dari Bandara.

Seni ilusi 3D  DMZ Trick Art Museum ini  adalah museum seni trik paling menakjubkan di dunia yang berasal dari Korea. DMZ museum  memiliki banyak pengalaman dalam menunjukkan seni trik berhasil di Korea, telah menciptakan karya seni terkemuka yang terbaik dalam kualitas dan unik seperti benda atau tempat sungguhan.

DMZ museum mempunyai beberapa ruang pemeran  dan museum dengan lebih dari 120 karya seni di masing-masing tempat. Dan menjadi fondasi kebanyakan karya seni sulap terbaru yang dibuat. Di DMZ museum Anda akan mendapat   kejutan dan kegembiraan, dan pengalaman yang sugguh menyenangkan karena adanya efek khusus hanya di tunjukan kepada Anda melalui ilusi seni 3D khusus. Seperti  ilusi tipu daya seni di pintu masuk labirin piramida Mesir, dan dunia imajinasi lain yang  akan memandu anda ke dunia baru yang tidak pernah anda duga sebelumnya.

Dari beberapa karya seni yang di buat yang di pamerkan di beberapa ruangan dengan tema-tema tertentu , anda akan di pandu oleh staf DMZ untuk mengambil foto terbaik di masing masing ruangan. Di tempat ini  mempunyai banyak tema , untuk mendapat pose foto terbaik dan hasilnya bagus , anda harus bisa mengekspresikannya sesuai dengan latar belakang tema yang beragam.

Pantai Pandawa

Pandawa terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung; sekitar 3 km dari daerah Nusa Dua. Dulunya  pantai ini tersembunyi di balik bukit sehingga disebut Pantai Rahasia. Secret Beach sebenarnya dikenal baik oleh beberapa wisatawan. Karena  akses yang sulit ke lokasi ini membuat pantai ini kosong. Beberapa pengunjung yang berkunjung ke sana adalah peselancar asing .  Namun setelah akses di terbuka pantai ini  sekarang  menjadi ramai oleh turis asing  maupun domestik.

Di pantai ini terdapat  tebing yang sangat tinggi yang pada salah satu sisinya dipahat lima patung Pandawa dan Kunti. Keenam patung tersebut secarara berurutan (dari posisi tertinggi) diberi penejasan nama Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Selain untuk tujuan wisata dan olahraga air, pantai ini juga dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut karena kontur pantai yang landai dan ombak yang tidak sampai ke garis pantai. Cukup banyak wisatawan yang melakukan kegiatan  Paralayang dari Bukit Timbis hingga ke Pantai Pandawa.

Garuda Wisnu Kencana

Garuda Wisnu Kencana  (GWK )  terletak di Ungasan, Kabupaten Badung. Sekitar 15 menit dari bandara Ngurah Rai.

GWK Cultural Park menawarkan warisan budaya Indonesia yang mewah selama bertahun-tahun yang akan datang dengan patung Garuda Wisnu Kencana yang akan menjadi  ikon peradaban Indonesia, ikon budaya nomor satu di Bali.

Taman Budaya seluas kurang lebih  60 hektare ini memiliki banyak fasilitas seperti ampiteater, Street Theatre, Exhibition Hall dan Lotus Pond .Disamping itu ada sebuah patung raksasa dengan tinggi 120 meter dan lebar sayap Garuda 64 meter akan menjadi patung terbesar di dunia saat selesai. Patung tersebut mewakili dewa Wisnu dengan tunggangannya seekor burung Garuda.  Beberapa bagian patung seperti patung dada Wisnu telah selesai . 

Saat ini, patung Wisnu setinggi 23 meter (75,5 kaki) tingginya, meski rencananya semula untuk Wiski berlapis emas 120 meter (390 kaki) yang mengendarai Garuda di atas kompleks hiburan 11  lantai. Rentang sayap Garuda akan mencapai 64 meter (210,0 kaki).

Patung Garuda Wisnu Kencana adalah simbol Dewa Wisnu yang mengendarai Garuda yang agung sebagai pendampingnya yang terpercaya. Patung ini dirancang untuk menjadi salah satu patung monumental terbesar dan terbesar di dunia. Total tinggi patung adalah 120m, terdiri dari 24 segmen dan dibentuk dengan 754 modul terbuat dari tembaga dan kuningan dilapisi asam patina.

LOTUS POND

Lotus Pond adalah salah satu tempat utama di GWK Cultural Park. Lotus Pond adalah daerah outdoor terbesar dengan akses yang baik dan telah dikenal dengan mengadakan sejumlah acara skala dunia bergengsi.

GARUDA PLAZA

Burung Garuda adalah burung dari mitologi, digambarkan memiliki tubuh setengah manusia dan setengah burung. Perjalanan pribadi Dewa Wisnu ini melambangkan kesetiaan, kepercayaan, dan pengorbanan. Garuda juga merupakan simbol kebebasan dari setiap belenggu dan kekurangan hak asasi manusia.

WISNU PLAZA

Wisnu Plaza saat ini berada di tempat tertinggi di kawasan GWK, dimana bagian paling penting dari patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 20 meter. Pada waktu tertentu, berbagai kesenian tradisional Bali dilakukan dengan patung megah Wisnu sebagai latar belakang.

Pantai Dreamland

Pantai Dreamland  terletak di sebelah selatan Bali di desa Pecatu. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi, dan dikelilingi batu karang yang lumayan besar di sekitar pantai. Lokasi pantai ini berada dalam kompleks Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort) yaitu sekitar 30 menit dari pantai Kuta.

Ada pun asal usul nama Dreamland dikarenakan dulu di area ini sempat terdapat sebuah proyek perumahan dan objek wisata.  Pelataran pantai indah ini semula hanya titik kecil dari areal 900 hektare milik PT Bali Pecatu Graha (BPG) yang sempat heboh pada tahun 1996 .Konon resor itu akan dipadukan dengan kawasan wisata, seraya memanfaatkan keindahan dan keaslian alam, sekaligus pelestarian lingkungan hidup. Tapi seiring Indonesia tersapu krisis moneter, megaproyek ini mulai meredup  dan proyek tersebut terhambat dan terbengkalai,  sedangkan para penduduk desa Pecatu yang dulunya hidup sebagai petani sangat berharap proyek selesai dan mereka bisa menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Karena itulah lahan disekitar pantai disebut dengan Dreamland  (tanah impian).

Pantai Dreamland sendiri hampir mirip dengan pantai Kuta. Lokasi berpasir putih bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam cocok untuk menikmati matahari tenggelam atau sekadar menyaksikan atraksi para peselancar. Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga selancar air (surfing), bahkan Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali.

Pantai Padang Padang

Padang Padang Beach berlokasi di Pecatu Bali, dimana di pantai ini juga  di kenal dengan nama resmi Pantai Labuhan Sait , seperti di tunjukkan papan nama tepat di pinggir jalan seberang  gerbang pintu masuknya

Pantai ini  berjarak kurang lebih 15 kilometer dari kota Denpasar atau sekitar 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Pantai Padang Padang Bali adalah pantai dengan karakteristik tebing dengan pasirnya yang berwarna putih dan halus. Pantai Padang Padang Bali mulai terkenal semenjak digunakan sebagai lokasi syunting film Eat Pray Love, yang di bintangi artis Hollywood Julia Roberts.

Pantai ini  tergolong sangat unik, selain berada dibalik tebing-tebing batu juga karena untuk memasuki pantai ini anda harus menuruni dan menaiki anak tangga menembus sebuah goa sempit untuk menuju kawasan pantainya. Gua sempit ini hanya bisa dilewati oleh satu orang dewasa dan pengunjung lain yang berpapasan harus bergantian untuk melewati goa ini.

Dengan pasir pantai yang putih Pantai Padang Padang sebenarnya mempunyai garis pantai tidak terlalu panjang dan luas seperti pantai pantai di Bali pada umumnya , namun dengan adanya tebing dan batu karang besar di sekitarnya kawasan ini sehingga dengan pemandangan serta suasananya yang sangat indah dan  tenang akan membuat anda akan  lebih nyaman berkunjung saat menghabiskan waktu di sini.

Pura Uluwatu

Pura Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, sekitar 30 km ke arah selatan dari kota Denpasar. Pura Uluwatu yang juga disebut Pura Luwur ini merupakan salah satu dari Pura Sad Kahyangan, yaitu enam Pura Kahyangan yang dianggap sebagai pilar spiritual P. Bali.

Ada dua pendapat tentang sejarah berdirinya pendirian Pura Uluwatu. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9, yaitu pada masa pemerintahan Marakata. Pendapat lain mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur. Dang Hyang Nirartha datang ke Bali pada tahun 1546 M, yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Sang Pedanda kemudian mendirikan Pura Uluwatu di Bukit Pecatu. Setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling P. Bali, Dang Hyang Nirartha kembali ke Pura Uluwatu. Di pura inilah Sang Pedanda ‘moksa’, meninggalkan ‘marcapada’ (dunia) menuju ‘swargaloka’ (surga). Upacara atau ‘piodalan’ peringatan hari jadi pura jatuh pada hari Anggara Kasih, wuku Medangsia dalam penanggalan Saka. Biasanya upacara tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh ribuan umat Hindu.

Pura Uluwatu menempati lahan di sebuah tebing yang tinggi yang menjorok ke Samudera Indonesia dengan ketinggian sekitar 70 m di atas permukaan laut. Karena letaknya di atas tebing, untuk sampai ke lokasi pura orang harus berjalan mendaki tangga batu yang cukup tinggi. Bangunan pura ini menghadap ke arah timur, berbeda dengan pura lain di Bali yang umumnya menghadap ke arah barat atau ke selatan. Di sepanjang jalan di tepi luar pura terdapat ratusan kera yang berkeliaran. Walaupun tampak jinak, kera-kera tersebut seringkali mengganggu pengunjung dengan menyerobot makanan atau barang-barang yang dikenakan.

Di ujung jalan yang mendaki terdapat dua pintu masuk ke komplek pura, satu terletak di sebelah utara dan satu lagi di sebelah selatan. Pintu masuk tersebut berbentuk gapura bentar dan terbuat dari batu. Di depan gapura terdapat sepasang arca berbentuk manusia berkepala gajah dalam posisi berdiri. Dinding depan gapura dihiasi pahatan yang sangat halus bermotif daun dan bunga.

Di sebelah dalam, di balik gapura, terdapat sebuah lorong berlantai batu berundak, menuju ke pelataran dalam. Lorong terbuka ini diteduhi oleh pohon yang ditanam di sepanjang kiri dan kanan lorong.

Pelataran dalam merupakan pelataran terbuka. Lantai pelataran tertutup oleh lantai batu yang tertata rapi. Di dekat gapura, di sisi utara, terdapat bangunan kayu. Di sebelah barat, berseberangan dengan jalan masuk, terdapat sebuah gapura paduraksa yang merupakan jalan masuk ke pelataran yang lebih dalam lagi.

Jimbaran Beach

Jimbaran beach  terletak tepat di sebelah selatan bandara ngurah Rai dan kawasan pantai Kuta. Dahulu pantai ini sebelumnya merupakan daerah terpencil di selatan Bali, hanya sebuah desa nelayan kecil dengan pasar sehari-hari. Itu semua mulai berubah pada tahun 1980an . Dan Jimbaran sekarang menjadi rumah bagi beberapa resor pantai kelas dunia 5 bintang, ditambah beberapa hotel kelas menengah. Serta  banyak vila kelas atas di daerah ini, terutama di daerah tebing yang tinggi di atas teluk Jimbaran.

Makanan seafood di pantai Jimbaran merupakan bagian klasik dari banyak jadwal pengunjung saat berkunjung ke Bali. Karena Pantai  Jimbaran adalah rumah bagi sekitar lima puluh restoran seafood bakar dalam tiga kelompok berbeda, semuanya berada di sepanjang pantai. Ketiga bagian tersebut adalah Muaya (di selatan), Kedonganan (di tengah) dan Kelan (sebelah utara pasar ikan). Masing-masing restoran memiliki banyak keunggulan dan pengelompokan.

Restoran-restoran itu umumnya  menyajikan menu yang sama dengan satu format  makanan laut/ seafood panggang atau  bakar dengan pilihan berbagai macam ikan, kepiting, cumi, udang, lobster , kerang dan lainnya. Di tambah sayuran hijau seperti plecing kangkung  dengan bawang putih nasi atau kentang goring dan sambal  pedas lokal (sambal matah). Kita bisa  menikmati hidangan yang tersaji di meja-meja yang tersusun rapi di atas pasir pantai yang lembut, sambil menyaksikan indahnya  matahari terbenam di ufuk laut dan  di iringi hembusan angin yang sejuk . Sungguh kombinasi suasana dan makanan  yang enak akan menjadikan tempat ini sangat  berkesan  selama menghabiskan waktu  liburan  di Bali

Taman Ayun Mengwi

Pura Taman Ayun merupakan Pura Paibon/Pedarman Raja Mengwi untuk memuja roh leluhur dari raja-raja yang diwujudkan dengan dibangunnya sebuah gedong Paibon, serta dibangun pula meru-meru untuk pemujaan dan persembahyangan kepada para Dewa bagi masyarakat kerajaan Mengwi dalam memohon kesejahteraan. Pura Taman Ayun berlokasi di Kecamatan Mengwi Badung Bali. Taman ini beserta Pura Taman Ayun merupakan peninggalan bersejarah dari kerajaan Mengwi.

Sejarahnya Pura Taman Ayun ini dibangun pada abad ke-17 tepatnya dimulai tahun 1632. Dan selesai pada tahun 1634 oleh raja Kerajaan Mengwi yang pada saat itu mempunyai nama lain kerajaan “Mangapura”, “Mangarajia”, dan “Kawiyapura”, yaitu I Gusti Agung Putu raja kerajaan mengwi saat itu.Dalam pembangunan Pura Taman Ayun, beliau dibantu oleh arsitek yang berasal dari seorang keturunan Cina dari Banyuwangi yang bernama Ing Khang Ghoew juga sering disebut I Kaco rekan dari Raja Mengwi.Pura Taman Ayun merupakan Pura Keluarga bagi Kerajaan Mengwi. Awalnya, pura ini didirikan karena pura-pura yang ada pada jama itu jaraknya terlalu jauh untuk dijangkau oleh masyarakat Mengwi. Maka dari itu, Sang Raja mendirikan sebuah tempat pemujaan dengan beberapa bangunan sebagai penyawangan (simbol) daripada 9 pura utama yang ada di Bali, seperti Pura Besakih, Pura Ulundanu, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Baturdan pura utama lainnya yang ada di Bali.

Baturiti Agri Culture Kopi Luwak

Agro wisata kopi luwak adalah kebun agrowisata kopi dan cokelat khas Bali. Di sini, pengunjung disuguhi proses pembuatan kopi luwak dalam suasana alami khas pedesaan. Begitu masuk, pengunjung akan melihat ada pohon kopi dan pohon buah cokelat yang berwarna hijau dan cokelat kemerahan tengah menggantung.

Objek wisata yang ini memiliki keunikan lantaran menyajikan pemandangan perkebunan kopi yang terawat. Tidak hanya itu, ada sebuah warung yang biasa dijadikan tempat nongkrong sekaligus menyeruput kenikmatan kopi luwak khas Baturiti. Kita juga bisa menikmati 8 jenis varian kopi serta teh yang masih diolah dengan cara tradisional.

Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu Bratan atau Pura Bratan merupakan sebuah candi air besar di Bali.  Kompleks pura ini terletak di tepi barat laut Danau Bratan di pegunungan Bedugul. 

Pura ini sebenarnya digunakan untuk upacara persembahan untuk dewi Dewi Danu, dewi air, danau dan sungai. Danau Bratan merupakan salah satu danau penting dalam hal irigasi.

Kompleks ini dibangun pada tahun 1633 .  Meru, dengan sebelas atap didedikasikan untuk Siwa dan istrinya Parwati. Buddha pun juga memiliki tempat dalam kuil dewa Hindu tersebut.

Danau Bratan dikenal sebagai danau “gunung suci”, kawasan ini sangat subur, terletak pada ketinggian 1.200 meter, Karena terletak di daerah pegunungan, membuat tempat wisata ini selalu sejuk sepanjang hari dan kadang-kadang kabut turun disiang sampai sore hari. Tempat ini dapat ditempuh kurang lebih 1 – 1,5 jam berkendara dari Kuta.

Keindahan Pura Ulun Danu dan Danau Beratan dapat dinikmati sambil berjalan-jalan di sepanjang datepi nau mau pun dengan menyewa perahu. Pura Ulun Danu merupakan pura Hindu tempat pemujaan Dewi Danu yang dipercaya sebagai manifestasi dewi kesuburan.

Monkey Forest

Mandala Wisata Wenara Wana  atau Ubud Monkey Forest adalah cagar alam dan kompleks candi Hindu di Ubud, Bali. Nama resminya adalah Sacred Monkey Forest Sanctuary .

Di tempat ini mempunyai kurang lebih 340 ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) (32 jantan dewasa, 19 jantan muda, 77 betina dewasa, 122 remaja dan 54 bayi).  Ada empat kelompok monyet yang menempati wilayah berbeda di kawasan ini. Kehadiran Monkey Forest atau hutan sakral Ubud merupakan sebuah  koeksistensi yang harmonis antara manusia dan alam. Di Bali, tempat-tempat suci seperti Monkey Forest ( Hutan Monyet ) biasanya berada di daerah keramat, sering dikelilingi oleh pura-pura.  Tempat-tempat suci budaya ini tidak hanya merupakan bagian penting dari warisan Bali, tapi juga merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari.  Upacara keagamaan di pura secara teratur diadakan oleh penduduk desa .

Hutan  (Forest)

Hutan ini memiliki luas kira-kira sepersepuluh dari satu kilometer persegi (sekitar 27 hektare) dan berisi setidaknya 115 spesies pohon yang berbeda  . Beberapa pohon ini dianggap suci dan digunakan dalam berbagai praktik spiritual Bali. Contohnya termasuk Majegan, yang digunakan secara eksklusif untuk pembangunan tempat suci; atau Berigin, yang daunnya digunakan dalam upacara kremasi.

Yang sangat penting adalah Pule Bandak, pohon yang mewujudkan semangat hutan, dan digunakan dalam pembuatan topeng  yang kuat. Topeng ini hanya digunakan di dalam kuil, dan dimana pepohonan tidak mati untuk membuatnya.

Kera / Monyet (Monkey)

Jenis kera yang hidup didalam kawasan Monkey Forest dikenal sebagai kera bali ekor panjang yang dalam istilah ilmiahnya  disebut Macaca fascicularis. Dalam bahasa Inggris disebut macaque.

Ada sekitar 600 ekor kera yang menghuni kawasan ini. Mereka terbagi dalam 5 kelompok: di depan pura dalem, michelin, timur, tengah, dan kuburan. Masing-masing grup beranggotakan 100 – 120 ekor monyet terdiri dari: bayi (0 – 1 tahun), juvenil 1 (1 – 2 tahun), juvenil 2 (2 – 4 tahun), sub dewasa jantan (4 – 6 tahun), dewasa betina (> 4 tahun), dan dewasa jantan (> 6 tahun).

Karena populasinya yang cukup banyak, konflik antar kelompok kera tidak dapat dihindari. Terkadang untuk tujuan tertentu, misalnya mandi ke sungai di musim kemarau, kelompok tertentu mesti melewati wilayah kekuasaan kelompok lainnya.

Kera jenis ini aktif di siang hari dan beristirahat di malam hari. Kera betina mengandung selama 6 bulan dan umumnya melahirkan 1 ekor bayi. Sangat jarang melahirkan bayi kembar. Bayi kera bersama induknya kurang lebih selama 10 bulan dan sesudahnya akan disapih untuk hidup mandiri. Perkawinan dapat terjadi sepanjang tahun dengan intensitas tinggi terjadi sekitar bulan Mei – Agustus. Induk kera  (betina) sangat menjaga bayi mereka bahkan kera betina yang tidak melahirkan pun turut juga menjaga bayi – bayi kera itu, bersama – sama.

Berat rata-rata kera betina 2.5 – 5.7 kg dan kera jantan 3.5 – 8 kg. Usia hidup kera jantan sampai 15 tahun sedangkan kera betina sampai 20 tahun.

Kera ekor panjang termasuk binatang omnivora. Di Wenara Suci Wenara Wana (Monkey Forest Ubud), makanan utamanya adalah ketela rambat, diberikan 3 kali sehari dan setiap hari dikombinasikan dengan: pisang, daun papaya, jagung, mentimun, kelapa, dan buah-buahan lokal lainnya.

PURA

Di Monkey Forest / Hutan Monyet  terdapat  juga  3  pura yang berada di kawasan Mandala Suci Wenara Wana ini.

PURA DALEM AGUNG, berlokasi di barat daya kawasan. Pura ini adalah tempat memuja Tuhan (Hyang Widhi) dalam personifikasinya sebagai Dewa Siwa atau Hyang Pendaur

Di barat laut kawasan, anda akan menemukan PURA BEJI. Pura ini  adalah tempat memuja Tuhan (Hyang Widhi) dalam personifikasinya sebagai Dewi Gangga. Pura ini adalah tempat pensucian sebelum dilangsungkannya upacara (piodalan). Pura Beji juga sering digunakan untuk melukat sebagai pembersihan lahir dan bathin secara spiritual.

Pura ketiga adalah PURA PRAJAPATI. Pura ini terletak di timur laut kawasan. Pura ini berdampingan dengan kuburan. Di Pura ini umat Hindu memuja Tuhan (Hyang Widhi) dalam personifikasinya sebagai Prajapati. Perlu diketahui, kuburan yang ada, digunakan untuk sementara waktu sambil menunggu saat dilaksanakannya ngaben massal yang diadakan setiap 5 tahun sekali.

Monkey Forest  menjadi tujuan wisata yang  populer di Ubud, dan sering dikunjungi oleh lebih dari 10.000 wisatawan per bulan.

Ubud Palace

Ubud Palace atau Istana Ubud, adalah nama resmi Puri Saren  Agung, merupakan kompleks bangunan bersejarah yang terletak di Ubud, Kabupaten Gianyar Bali.  Puri Saren Ubud berjarak 22 km dari Kota Denpasar Bali sekitar  35 menit perjalanan.

Istana ini merupakan tempat tinggal resmi keluarga kerajaan Ubud.   Puri Saren Ubud (Ubud Palace) merupakan istana kerajaan Ubud Bali yang indah dengan rumah-rumah tradisional sebagai tempat kediaman Raja Ubud.

Ubud memiliki sejarah yang di mulai  di  abad  kedelapan, ketika pendeta Hindu Jawa Rsi Marhandya datang ke Bali dari Jawa, dan bermeditasi di pertemuan dua sungai Wos di Campuan, tepat di sebelah barat pusat kota modern. Sebuah tempat suci didirikan dan kemudian diperluas oleh Nirartha, pendeta Jawa yang dianggap sebaga  pendiri praktik dan ritual keagamaan Bali seperti yang kita kenal sekarang. Saat itu kawasanini merupakan pusat pengobatan dan penyembuhan alami, dan begitulah nama Ubud : Ubad dari istilah Bali kuno yang berarti kedokteran mengacu pada khasiat penyembuhan tradisional dari berbagai tanaman yang  di sini.

Semenjak dahulu dalam sejarahnya ada hubungan yang erat  antara Jawa dan Bali, yaitu saat terjadi  disintegrasi kerajaan Majapahit yang dulu perkasa di abad ke-15 . dengan di ikuti  eksodus massal bangsawan ke Bali. Sebuah kerajaan baru di pesisir timur pulau yang disebut Gelgel kemudian dibangun dan memberi perlindungan bagi banyak keluarga penguasa penting pada saat itu .  Mereka membawa warisan seni dan prinsip-prinsip sistem kasta.

Dan pada abad ke-17  di Bali banyak bermunculan  kerajaan-kerajaan  baru yang cepat, termasuk pendirian beberapa rumah kerajaan di Ubud. Namun, di periode ini juga melihat banyak konflik antara klan kerajaan kerajaan dengan supremasi sebagai tujuan akhir. Seorang pangeran dari Klungkung dikirim untuk membuat istana di Sukawati sebagai pusat kekuatan dan keindahan estetika. Pengrajin datang dari seluruh Bali untuk membantu dalam konstruksi dan setelah selesai banyak dari mereka memilih untuk tinggal.  Sukawati saat ini adalah sebuah komunitas yang sangat mendukung segala bentuk kesenian serta tarian dan musik.

Ubud Palace didirikan oleh Ida Tjokorda Putu Kandel yang memerintah pada tahun 1800-1823 Masehi. Selama ini Puri Saren difungsikan sebagai repositori budaya tradisional Bali yakni sebagai pelindung utama kesenian, tarian, maupun sastra Bali. Puri ini sangat unik, karena memiliki benda-benda yang sarat dengan estetika yang tinggi, bangunan tradisionalnya menawan dan artistik. Puri ini dilengkapi juga dengan auditorium/wantilan sebagai tempat pertemuan.

Di Bali mulai terlihat  masuknya pengunjung luar negeri yang signifikan selama tahun 1930-an. Gelombang pertama pariwisata ini terfokus di dan sekitar Ubud karena kepercayaan bisnis Tjokorde Gede Agung Sukawati yang mahir dalam bahasa Inggris dan Belanda. Dia mendirikan sebuah rumah tamu kecil dan kakaknya Tjokorde Raka Sukawati, yang tinggal di seberang jalan, berinisiatif untuk menyambut komposer terkenal Walter Spires ke Ubud untuk tinggal dan bekerja. Ini menjadi tren bagi seniman asing lainnya dan segera orang-orang seperti Rudolf Bonnet dan Willem Hofker tiba untuk membuat kuda-kuda dan cat.

Tinggalnya Walter Spiers di Ubud menjadikan trend di kalangan seniman lukis asing untuk berkarya di Ubud. Melalui lukisan inilah, Ubud mulai terkenal ke mancanegara, karena lukisan dari pelukis asing, mengambarkan tentang kehidupan di Ubud, serta pelukis asing melakukan pameran lukisan di luar negeri.

Sebuah asosiasi seni lukis didirikan oleh Tjokorde Gede Agung (raja Ubud), Walter Spies dan Rudolf Bonnet, serta beberapa seniman lokal yang diberi nama Pita Maha. Tujuan dari asosiasi seni lukis ini adalah mengumpulkan para seniman Bali, untuk mengajarkan kesenian kepada para muda-mudi di daerah Ubud. Oleh sebab itu, sampai saat ini, objek wisata Ubud menjadi pusat museum di Bali. Museum yang ada di Ubud seperti Arma Museum Ubud dan Museum Puri Lukisan Ubud.

Hingga saat ini puri Ubud telah menjadi salah satu objek wisata di Bali yang terkenal. Hampir setiap hari ramai di kunjungi wisatawan dari mancanegara dan domestic.

Ceking Rice Terrace Tegalalang

Pura Tirta Empul adalah pura Hindu di tengah pulau Bali, Indonesia, tepatnya di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, yang terkenal dengan air sucinya di mana orang Hindu Bali mencari penyucian.

Mitologi : Diceritakan bahwa Raja Mayadenawa bersikap sewenang–wenang dan tidak mengijinkan rakyat untuk melaksanakan upacara-upacara keagamaan untuk mohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Setelah perbuatan itu diketahui oleh Para Dewa, maka para dewa yang dikepalai oleh Bhatara Indra menyerang Mayadenawa. Mayadenawa kalah dan melarikan diri hingga di sebelah Utara Desa Tampak siring. Dengan kesaktiannya ia menciptakan sebuah mata air beracun mengakibatkan laskar Bhatara Indra yang mengejarnya gugur akibat minum air tersebut. Melihat hal ini Bhatara Indra segera menancapkan tombaknya dan “air keluar dari tanah” (Tirta Empul). Air Suci ini dipakai memerciki para Dewa sehingga tidak beberapa lama bisa hidup lagi seperti sedia kala.

Pembangunan pura: Pura Tirta Empul dibangun pada 962 M selama wangsa Warmadewa (dari abad ke-10 hingga ke-14), di tempat adanya mata air besar.

Di sisi kiri pura terdapat sebuah vila modern di atas bukit, dibangun untuk kunjungan Presiden Sukarno dalam tahun 1954, yang sekarang digunakan sebagai tetirah bagi tamu-tamu penting.

Tari Barong Batu Bulan

Tari Barong Dan Keris Batu Bulan terletakdi Desa Batubulan Kabupaten  Gianyar  Bali. Panggung pertunjukannya  setiap hari mulai pukul 9:00 WITA  selama kurang lebih 1 jam.

Barong Bali dipercaya sebagai metamorfosis dari Barong Ponorogo atau Reog, oleh raja Airlangga saat mengungsi ke pulau Bali untuk menyelamatkan diri. selain barong Ponorogo yang dibawa ke Bali, melainkan juga seperti seni sastra, aksara jawa, serta keagamaan. Dalam perkembangannya barong Ponorogo di rubah bentuk dan cerita sesuai kondisi masyarakat di Bali yang diperuntukan untuk kegiatan spiritual keagamaan.  Pengaruh yang di dapat pada barong Bali bisa di lihat pada bentuk barong Ponorogo saat tampil tanpa mahkota merak (Kucingan) dan pada Topeng Rangda yang mendapat pengaruh dari topeng bujang ganong. Serta kelompok orang orang yang mendalami ilmu kesaktian pada orang tua yang mendapat pengaruh pada perilaku kegiatan nyata warok muda dan warok tua yang sakti mandraguna yang saat ini masih terjaga di Ponorogo, meskipun kegiatan tersebut saat ini tertutup untuk kalangan tertentu.

Barong Bali adalah satu di antara begitu banyak ragam seni pertunjukan Bali. Tari Barong merupakan sebuah tarian tradisional Bali yang ditandai dengan Topeng dan kostum badan yang dapat dikenakan oleh satu atau dua orang untuk menarikannya. Di Bali sendiri ada beberapa jenis barong yakni Barong Ket, Barong Bangkal, Barong Landung, Barong Macan, Barong Gajah, Barong Asu, Barong Brutuk, Barong Lembu, Barong Kedingkling, Barong Kambing, dan Barong Gagombrangan.

Pengaruh yang di dapat pada barong Bali bisa di lihat pada bentuk barong Ponorogo saat tampil tanpa mahkota merak (Kucingan) dan pada Topeng Rangda yang mendapat pengaruh dari topeng bujang ganong. Serta kelompok orang orang yang mendalami ilmu kesaktian pada orang tua yang mendapat pengaruh pada perilaku kegiatan nyata warok muda dan warok tua yang sakti mandraguna yang saat ini masih terjaga di Ponorogo, meskipun kegiatan tersebut saat ini tertutup untuk kalangan tertentu.

 Batik Galuh

Batik Galuh terletak di Banjar Tegehe  Desa Batu Bulan Kecamatan Sukawati   Kabupaten Gianyar. Jaraknya lebih kurang 40 menit dari Bandara Ngurah Rai bali, dan sekitar 20 menit dari pusat kota  Denpasar.Batik GALUH didirikan pada tahun 1976 oleh Bapak Pande Ketut Krisna  dibantu oleh saudara-saudaranya dan mendapatkan ijin usaha dari Departemen  Perdagangan pada tahun 1986. Pada awal pelaksanaan kegiatan produksinya  Pertenunan Batik Cap Galuh memiliki hanya 5 (lima) buah Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Adanya keinginan untuk maju di dalam mengembangkan pertemuannya telah menjadi tekad bagi Bapak Pande Ketut Krisna. Sehingga perusahaan pertenunan yang dikelolanya dapat berkembang dengan pesat seperti yang dapat kita lihat pada saat ini. Dan petenunan batik cap Galuh pada saat kini telah mempunyai 32 buah ATBM. Mengenai mutu design produk/barang-barang yang dihasilkan lebih mengutamakan  mutu dengan kualitas tinggi serta keindahan motifnya sehingga mendapatkan perhatian yang sangat serius sekali dari konsumen, dan hasilnya pun sangat laku di pasaran baik di dalam negeri maupun luar negeri.Kerajinan batik galuh dikenal oleh dunia pertama kali, saat Bapak Presiden Soeharto menggunakannya pada Konferensi PBB. Batik Galuh merupakan ikon pengrajin batik Bali, hampir setiap hari Batik Galuh selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan khususnya saat liburan

Desa Celuk Silver

Tempat  Wisata Celuk Silver atau Kerajianan  Perak Celuk terletak di Desa Celuk  Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar.

Kerajinan perak Celuk dikenal sebagai produk kerajinan yang bernilai tinggi, meski memiliki perbedaan ciri khas terpengaruh latar belakang budaya daerah yang dimiliki kedua produsen kerajinan perak tersebut. Desa Celuk mulai dikenal sejak sekitar tahun 1976 sebgai daerah penghasil kerajinan emas dan perak berkualitas dengan motif tegas dan jelas serta produk yang dihasilkan juga bisa dalam jumlah yang besar.

Pada awalnya penduduk desa Celuk hanya ada 3 pengrajin perak, dimana mereka menjajakan hasil produksinya dengan cara memajangnya di depan rumah mereka. Seiring perkembangan Bali yang menjadi ikon pariwisata dunia, maka di desa Celuk kemuduan bermunculan produsen kerajinan perak untuk dijadikan souvenir bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Ratusan perajin perak dan tukang emas bekerja di rumah mereka di jalan belakang utara dan timur jalan utama. Sebagian besar perajin ini berasal dari keluarga pande, anggota sub-kasta pandai besi yang pengetahuan tentang api dan logam secara tradisional menempatkan mereka di luar hirarki kasta biasa. Sentra Produksi   mereka sangat menarik untuk dikunjungi, karena  memiliki harga yang  terendah dengan stok persediaannya tidak begitu banyak. Mereka menerima pesenan khusus jika Anda membawa sampel atau sketsa yang anda inginkan.

Hasil kerajinan perak Celuk semakin terkenal di kalangan wisatawan karena kualitas dan perkembangan motifnya yang selalu mengalami penyegaran membuatnya dapat diterima pasar dunia. Hasil kerajinan perak Celuk diantaranya adalah souvenir seperti , kalung, gelang,bros, anting-anting, cincin, dan bahkan bisa ditemukan kerajinan miniatur dari motor, delman, perahu, mobil hingga hiasan seperti keris dan kipas.

Sepanjang jalan Desa Celuk sekitar 2 km, kita akan temukan di sisi kiri dan kanan berbagai jenis toko emas dan perak yang dibuka untuk wisatawan domestik dan internasional. Begitu juga di dalam desa ini, kita akan menemukan kegiatan dan workshop kerajinan yang siap dipesan dalam jumlah kecil atau besar. Karena Desa Celuk berada di kawasan wisata, ada beberapa wisata darat yang menjadikan desa ini sebagai salah satu titik penghentian dalam perjalanan wisata ini termasuk Wisata Ubud, Wisata Kintamani.

Selain menjadi tujuan wisata belanja kerajinan perak, wisatawan juga dapat menyaksikan proses pembuatan kerajinan Perak Celuk mulai dari pemanasan bahan baku perak yang berasal dari Kalimantan dan Jawa. Proses yang meliputi dari proses pemanasan, pemotongan dan pembentukan sesuai motif juga desain, lalu hingga pemanis, penghalusan dan pemolesan itu akan memberikan pengalaman unik dan mengesankan untuk para wisatawan.

Kintamani

Obyek Wisata Kawasan Batur terletak di Desa Batur Kecamatan Kintamani Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli. Terletak di ketinggian 400 m dari permukaan laut dengan suhu udaranya berhawa sejuk pada siang hari dan dingin pada malam hari. Obyek wisata ini,  termasuk salah satu tempat wajib di kunjungi  dari paket Wisata Bali Murah kami, dapat dilalui dengan kendaraan bermotor, karena lokasi ini menghubungkan Kota Bangli dan Singaraja. Kawasan Gunung Batur terkenal sebagai obyek wisata andalan Kabupaten Bangli. Daerah yang ditonjolkan sebagai obyek wisata adalah kawah, kaldera dan danau. Terdapat aliran air dalam tanah yang mengalirkan air Danau Batur, yang muncul menjadi mata air di beberapa tempat di Bali dan dianggap sebagai “Tirta Suci” .

Potensi wisata kawasan ini adalah pemandangan kawasan pegunungan yang sangat unik dan menakjubkan. Setelah kira-kira 2 jam perjalanan dari Kota Denpasar, kita akan sampai di kawasan ini, tepatnya di tempat yang disebut Penelokan, yang sesuai dengan namanya dalam bahasa Bali yang berarti tempat untuk melihat-lihat merupakan lokasi yang paling strategis untuk menikmati pemandangan alam di kawasan wisata ini. Penelokan terletak di Kedisan, salah satu desa di Kec. Kintamani.

Dari Penelokan kita bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan. kombinasi antara Gunung Batur beserta hamparan bebatuan hitam dengan Danau Batur yang berbentuk bulan sabit berwarna biru di sebuah kaldera yang oleh wisatawan-wisatawan dikatakan sebagai kaldera terindah di dunia.

Penelokan sudah mempunyai infrastruktur yang cukup memadai sebagai tempat wisata, antara lain penginapan maupun restoran.

Tirta Empul  Tampak Siring

Pura Tirta Empul adalah pura Hindu di tengah pulau Bali, Indonesia, tepatnya di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, yang terkenal dengan air sucinya di mana orang Hindu Bali mencari penyucian.

Mitologi : Diceritakan bahwa Raja Mayadenawa bersikap sewenang–wenang dan tidak mengijinkan rakyat untuk melaksanakan upacara-upacara keagamaan untuk mohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Setelah perbuatan itu diketahui oleh Para Dewa, maka para dewa yang dikepalai oleh Bhatara Indra menyerang Mayadenawa. Mayadenawa kalah dan melarikan diri hingga di sebelah Utara Desa Tampak siring. Dengan kesaktiannya ia menciptakan sebuah mata air beracun mengakibatkan laskar Bhatara Indra yang mengejarnya gugur akibat minum air tersebut. Melihat hal ini Bhatara Indra segera menancapkan tombaknya dan “air keluar dari tanah” (Tirta Empul). Air Suci ini dipakai memerciki para Dewa sehingga tidak beberapa lama bisa hidup lagi seperti sedia kala.

Pembangunan pura: Pura Tirta Empul dibangun pada 962 M selama wangsa Warmadewa (dari abad ke-10 hingga ke-14), di tempat adanya mata air besar.

Di sisi kiri pura terdapat sebuah vila modern di atas bukit, dibangun untuk kunjungan Presiden Sukarno dalam tahun 1954, yang sekarang digunakan sebagai tetirah bagi tamu-tamu penting.

Upside Down World

Upside Down World  Bali  terletak di Jalan  Ngurah Desa Pemogan Kota Denpasar Bali. Jaraknya hanya 6 km dari Bandara Ngurah Rai ,dengan waktu tempuh sekitar 10 menit.

Didirikan pada tahun 2016, Upside Down World  merupakan salah satu tempat  yang menarik dengan delapan lokasi di Asia Tenggara , yang salah satunya berada di Bali , dalam tahun pertama operasinya.

Upside down World mempunyai  daya tarik tersendiri bagi wisatawan  lokal maupun wisatawan mancanegara. Karena pengunjung  dapat  memasuki sebuah rumah yang dilengkapi dengan perabotan unik.   Upside Down  world mempunyai  banyak ruang bertema khusus untuk fotografi baik foto biasa atau foto 360 derajat .

Sesuai namanya maka dunia  kita sebagai pengunjung terlihat berubah seketika. Atas menjadi bawah dan sebaliknya bawah menjadi atas. Upside Down World telah terbukti populer dan bersaing dengan 50.000 pengikutnya di semua platform media sosial, yang memang menyoroti kekuatannya baik sebagai penyusun tren media sosial karena keunikannya sebagai salah satu tempat wisata yang harus anda kunjungi. Hasil foto pengunjung di setiap ruang sungguh menakjubkan dan terlihat menarik .

Upside Down World Bali menambah daftar kegiatan dalam ruangan yang asik di pulau Bali , di mana Anda bisa memasuki tujuh ruangan yang dirancang khusus yang dekorasi dan perabotannya sederhana, dan dengan sengaja, dengan cara yang terbalik .Di Indonesia sendiri Upside  Down World ada juga di beberapa kota besar seperti Jogja, Tangerang Selatan (Alam Sutera) dan Bandung.

Water Blow Nusa Dua

Water Blow terletak di kawasan wisata pantai Nusa Dua, tepat ada di belakang area hotel Grand Hyatt Nusa Dua. Untuk mencarinya anda harus masuk ke kawasan BTDC Nusa Dua . Jarak tempat ini sekitar 30 menit dari arah Bandara Ngurah Rai . Water blow Nusa Dua ini merupakan formasi batuan dimana ombak bertabrakan ke dinding batu menciptakan percikan dan semburan raksasa seperti air yang “meledak”.

Daerah ini memiliki tebing dan batu karang yang berbahaya yang baru-baru ini dikelola oleh BTDC dengan menciptakan jalur dan pagar pembatas. Dan anda  akan dengan mudah mencapai tempat ini karena kita tinggal mengikuti jalan setapak yang tertata rapi  yang khusus di buat untuk mencapai  tempat ini. Tidak hanya itu, bangunan beratap terbuka dan dibangun di salah satu ujung tebing dan sebuah monumen tidak jauh dari waterblow.

Mekanisme menarik dari Water Blow ini adalah bahwa di tebing yang langsung berhadapan  dengan Samudra Hindia, ada celah penyempitan yang panjang . Saat ombak  bergulir dan menghempas terus menerus menghantam tebing, dan akan terjatuh di celah sehingga  akan  terhempas ke atas. Kadang   terlihat seperti semburan  busa putih besar dari kejauhan. Jika gelombang yang lebih besar dan lebih cepat menerpa celah tebing tersebut bisa menimbulkan efek hempasan  ombak yang lebih tinggi hingga bisa setinggi 30 m.  Jika anda berkunjung pada bulan Juli – Oktober, siap-siaplah akan basah terkena percikan air laut. Momen air laut sampai naik tinggi keatas tidak setiap hari akan anda temukan di Water Blow Nusa Dua. Dan momen terbaik itu biasanya terjadi di siang hari.