1.820.3345.33 Contact@TravelTourWP.com

Paket Wisata Jogja Murah 4 Hari 3 Malam -4H3M- Opsi 1

0
14% Off
FromRp 2,350Rp 2,100
14% Off
FromRp 2,350Rp 2,100
Full Name*
Email Address*
Your Enquiry*
* I agree with Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step
Save To Wish List

Adding item to wishlist requires an account

1027

Why Book With Us?

  • Harga terbaik
  • Customer service 24 jam
  • Paket Tours & Tiketing murah
  • Guide Berpengalaman

Get a Question?

Silahkan hubungi CS untuk info lebih lanjut

085998004590

info@lekatour.com

Low Season
Availability : Jan 20’ - Dec 20’
Jogja
Min Age : 2+
Max People : 100
Tour Details

Meeting Point

Yogyakarta International Airport

Harga Termasuk

  • Menginap 4 Malam di Hotel Yang di Pilih
  • Mobil AC+ BBM + Supir + Parkir
  • Makan Sesuai Program
  • Tiket Masuk Object Wisata

Harga Tidak Termasuk

  • Tiket Pesawat
  • Pengeluaran Pribadi di Luar Program
  • Laundry dan Telpon di Hotel

Komplement

  • Air Mineral
  • Guide Untuk Peserta di atas 8 orang
  • Banner Untuk Peserta Group
  • Dokumentasi Untuk Group
  • Kaos Untuk Group
Itinerary

Hari 1 :Prambanan Tour

• Di jemput di Yogyakarta International Airport / stasiun
Candi Prambanan
Taman Tebing Breksi
• Makan Siang
Pinus Pengger
Kebun Buah Mangunan
• Makan Malam
Alun Alun Kidul
• Di antar ke Hotel

Hari 2 :Borobudur Tour

• Breakfast
• Di Jemput Di Hotel
Candi Borobudurr
Ulen Sentalu
• Makan Siang
Lava Tour Merapi
Candi Ijo
• Makan Malam
Malioboro
• Kembali Menuju Hotel

Hari 3 :Gunung Kidul Tour

• Breakfast di Hotel
• Di Jemput Di Hotel
Goa Pindul
Tubing Kali Oyo
• Makan Siang
Pantai Indrayanti
Pantai Krakal
• Makan Malam
Bukit Bintang
• Kembali Menuju Hotel

Hari 4 :Jogja City Tour

• Breakfast di hotel
• Di jemput di Hotel
Keraton Jogja
Taman Sari
Pasar Beringharjo
• Oleh2 Khas Jogja : Bakpia 25 / kaos Gareng
• Makan Siang
• Diantar ke Bandara / stasiun
• Program Tour Selesai. Terima Kasih Sampai jumpa

Harga Per Orang
Pilih Hotel
2**
3***
4****

Peserta

[Pax]

 Harga / Org

 [RP]

2 – 3 4.120.000
4 – 6 3.600.000
7 – 11 3.285.000
12 – 16 3.220.000
17 – 22 3.175.000
23 – 30 2.990.000
31 – 48 2.890.000

Pilihan Hotel  Bintang 2** 

  • Cavinton Hotel
  • Crystal Lotus Hotel
  • Dafam Fortuna Malioboro Hotel
  • Grand Tjokro Hotel
  • Grand Zuri Hotel
  • 101 Hotel
  • Indoluxe Hotel
  • Horison Ultima Hotel

Peserta 

[Pax]

Harga / Org

[RP]

2 – 3 4.120.000
4 – 6 3.600.000
7 – 11 3.285.000
12 – 16 3.220.000
17 – 22 3.175.000
23 – 30 2.990.000
31 – 48 2.890.000

Pilihan Hotel Bintang 4**** 

  • Cavinton Hotel
  • Crystal Lotus Hotel
  • Dafam Fortuna Malioboro Hotel
  • Grand Tjokro Hotel
  • Grand Zuri Hotel
  • 101 Hotel
  • Indoluxe Hotel
  • Horison Ultima Hotel
TUJUAN WISATA

Object Wisata

Paket Wisata Jogja  4H3M opsi 1 ini mengunjungi object wisata yang menarik dan populer di Jogja. Object – object Wisata tersebut adalah sebagai berikut :

Keraton Jogja

• Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.

• Keraton Yogyakarta yang terletak di tengah kota Yogyakarta ini memiliki beberapa museum, yaitu Museum Lukisan, Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, dan Museum Batik. Di samping itu, hampir seluruh bagian kraton digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda budaya bernilai, termasuk replikanya. Di kompleks Pagelaran, misalnya, diperagakan berbagai pakaian prajurit dan pakaian adat keluarga keraton. Museum ini dibuka untuk umum setiap hari kecuali pada saat terdapat upacara. Museum buka mulai jam 08.30 hingga 14.00 wib, kecuali hari Jumat yang buka hingga pukul 13.00 wib. Selain benda-benda budaya dan arsitektur, pengunjung juga dapat melihat pertunjukan seperti macapat, kerawitan, wayang kulit, serta wayang orang, yang dipentaskan di bangsal Sri Manganti, sekitar pukul 10.00-12.00.

Taman Sari

• Taman sari Ngayogyakarta) adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan “The Fragrant Garden” ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.

• Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan

Benteng Vredeburg

• Museum Benteng Vredeburg terletak di Jl. Ahmad Yani No.6, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta .
Beteng Vredeburg) adalah sebuah benteng yang terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum. Di sejumlah bangunan di dalam benteng ini terdapat diorama mengenai sejarah Indonesia.

• Dahulu museum ini adalah benteng pada masa penjajahan Belanda, namun sekarang benteng di zaman penjajan Belanda diubah dijadikan tempat mengabadikan sejarah Indonesia dalam bentuk diorama yang berisi tentang cerita perjuangan para pahlawan ketika melawan penjajah.
Di museum Jogja ini juga terdapat beberapa koleksi seperti foto, seragam dan berbagai peninggalan para pahlawan.

Museum De Mata

• Museum De Mata (trick art 3D) dan De Arca ( patung lilin) terletak di jalan Veteran, Umbul Harjo, Gedung XT Square, Yogyakarta.
Museum De Mata (trick art 3D) tempat unik yang memiliki konsep seperti Museum tiga dimensi DMZ di Bali.
Jika ingin merasakan menyeberang di jembatan kayu yang tua dan dibawahnya ada aliran sungai lahar panas merah membara, trus ingin merasakan menerima bunga tanda kasih dari Sri Sultan HB X, semuanya bisa anda temukan di Demata Trick Eye Museum.

• Di De Mata Trick Eye Museum, pengunjung dapat merasakan sensasi tiga dimensi dengan berbagai pose dan latar belakang yang mengagumkan karena seperti nyata. Disebut terbesar di dunia karena di XT Square Yogyakarta terdapat 120 gambar tiga dimensi, sedangkan di luar negeri paling banyak hanya 70 gambar.
Kehadiran De Mata Trick Eye Museum di XT Square, merupakan sesuatu yang baru, unik dan spektakuler, karena wahana wisata ini merupakan satu-satunya yang pertama di Yogyakarta bahkan di Jawa Tengah. Unik karena menghadirkan beraneka gambar mulai dari tema alam, olahraga, tokoh, binatang, super hero, roman, sirkus, ornamen, termasuk obyek wisata Tamansari dan Pagelaran Kraton Yogyakarta.

Taman Lampion

• Taman pelangi terletak di jalan Ring Road Utara, Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Taman lampion ini dahulunya belum ada alias masih berupa taman biasa yang menunjang tempat pariwisata bersejarah Monjali (Monumen Jogja Kembali).
Taman pelangi Monjali ini mempunya sekitar 20 jenis permainan dan 25 stand yang menjual aneka jajanan dan minuman. Jenis permainan diantaranya balon air, perahu, bom bom car, rumah setan, kereta onthel, bianglala, becak mini, bugee jumping dsb. Adapun jenis makanan yang diperjualkan diantaranya pecel lele, mie, nasi goring dan aneka jajanan ringan. Oleh karena wisata ini merupakan wisata bertema lampion, maka keunggulan wisata ini yaitu menampilkan beraneka macam lampu lampion.

• Lampu lampion dibentuk beraneka macam diantaranya menyerupai bunga, kehidupan bawah laut, ikan, beruang, dinosaurus, pohon, gapura dan sebagainya. Setiap sekitar enam bulan sekali di tempat ini juga diadakan acara live music.
Adapun jam buka taman pelangi jogja dapat dilihat pada keterangan berikut.

• Hari senin-kamis buka pukul 17.00 wib sampai dengan pukul 22.00 wib
Hari jum’at-minggu buka pukul 17.00 wib sampai dengan pukul 23.00 wib

Goa Pindul

• Gua Pindul terletak di dusun Gelaran 2 Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul Jogjakarta.
Gua Pindul dikenal karena cara menyusuri gua yang dilakukan dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai bawah tanah di dalam gua, kegiatan ini dikenal dengan istilah cave tubing.
Keamanan dan kenyamanan saat menyusuri goa pindul sangat terjamin, dengan standar operasional yang telah dilakukan selama bertahun-tahun dan alat yang munjang keamanan yang memadai serta dipandu oleh para pemandu yang profesional dan ramah maka kami menjamin wisata anda di Goa Pindul akan sangat menyenangkan.

• Obyek wisata Goa Pindul berada di wilayah desa Bejiharjo yang mempunyai luas wilayah 2200,94 ha dan mempunyai 20% hutan negara dari keseluruhan luas wilayahnya. Masih di kawasan ini terdapat perkebunan kayu putih yang masih produktif dan terdapat situs purbakala dan di tetapkan pemerintah sebagai cagar budaya yang harus di jaga kelestariannya.

• Menurut penelitian Goa Pindul terbentuk beratus tahun lamanya melalui proses alami, demikian juga stalaktit dan stalakmit yang berada di dalamnya sudah berusia sangat lama. Sampai saat ini proses pembentukan stalktit dan stalakmit ini masih aktif meneteskan air. Beberapa stalaktit konon adalah terbesar ke empat di dunia, sehingga menambah keunikan tersendiri bagi obyek wisata minat khusus ini.

• Berbeda dengan goa goa yang banyak terdapat di pegunungan batuan karst lainnya, di dalam Goa Pindul mengalir sungai bawah tanah yang tidak pernah kering. Oleh sebab itu juga aliran sungai bawah tanah di sini di manfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mengaliri sawah mereka selama turun temurun. Airnya yang jernih dan keindahan dalam goa yang eksotis membuat penduduk sekitar memanfaatkan juga sebagai tempat tujuan wisata di Gunungkidul.

• Goa Pindul di dibuka sebagai obyek wisata dimulai pada tahun 2010 dengan diresmikan oleh Bupati kabupaten Gunungkidul pada saat itu. Goa Pindul di kelola secara swadaya oleh masyarakat sekitar di dukung oleh Dinas kebudayaan dan kepariwisataan setempat, dengan saling bahu membahu mempromosikan sebagai tempat tujuan wisata yang pantas untuk di kunjungi.
Sampai saat ini Obyek wisata Goa Pindul sudah di kunjungi oleh Jutaan wisatawan baik wisatawan lokal maupun manca negara. Keberadaan obyek wisata Goa Pindul yang fantastic ini membantu telah mengangkat tingkat perekonomian penduduk di sekitarnya.

Tubing Kali Oyo

• River Tubing Kali Oyo,terletak di Desa Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul Jogjakarta.
River tubing Sungai oyo adalah aktivitas menelusuri sungai Oyo dengan menggunakan dan naik ban karet, sungai oyo ini adalah sungai terbuka, Panjang sungai 1500 m dengan durasi 1 – 2 jam jika diarungi.
Sepanjang aliran sungai terdapat tebing-tebing yg indah dan alami khas batuan karst Gunungkidul.
Disana kita bisa menikmati keindahan aliran sungai Oyo dengan menggunakan ban dalam, seperti halnya di goa Pindul. Dengan ditemani pemandu dan peralatan yang membuat kita aman dan nyaman maka tak perlu takut untuk mengarungi sungai dengan kedalaman 7 – 11 Meter ini.Jadi bukan jenis sungai bawah tanah seperti di goa Pindul. Sungai oyo airnya mengalir dengan tenang dan tidak ada jeramnya, jadi Anda tidak perlu takut.

• Keunikan sungai oyo terdapat pada lorong lorong sungainya yang terdapat batuan karst yang seperti tersusun rapi di sepanjang aliran sungai. Anda juga akan menjumpai air terjun kecil pas di tengah track, air terjun ini di namakan air terjun pengantin, dan masih kental dengan mitos mitosnya sampai sekarang. Di sekitar air terjun ini terdapat spot spot bagus untuk mengambil gambar sebagai kenang kenangan.

• Banyak juga pengunjung yang sampai lupa waktu ketika bermain main air di sini, disisi lain bila Anda berani, bisa melompat dari ketinggian 7 meter dan terjun bebas ke sungai.
Berdasarkan jenis tracknya river tubing sungai oyo ini di bedakan menjadi 2, yaitu track pendek, panjang kurang lebih 1,5 km, durasi 1,5 jam dan track panjang, panjang track kurang lebih 4 km, durasi 2 jam.
Tetapi untuk perbedaan track ini disesuaikan dengan debit airnya, bila musim penghujan perbedaan track ini ada tapi kalau musim kemarau adanya track pendek saja.

Pantai Indrayanti

• Pantai indrayanti terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Pantai indrayanti merupakan salah satu deretan pantai di gunung kidul yang paling terkenal. Karena pantai ini mempunyai akses jalan yang mudah di jangkau dan cocok sebagai tempat wisata untuk semua kalangan umur.. Pantai ini mempunyai pasir berwarna putih dan mempunyai garis pantai yang panjang.

• Lokasi Pantai Indrayanti, Kabupaten Gunungkidul terletak tepat di sisi timur Pantai Sundak. Keduanya dibatasi oleh perbukitan karang. Pantai Indarayati menawarkan keindahan panorama yang unik dibanding pantai-pantai lain di Gunungkidul.
Awalnya, pantai ini dikenal dengan Pantai Indrayanti. Penyebutan nama Pantai Indrayanti sebelumnya menuai banyak kontraversi. Indrayanti bukanlah nama pantai, melainkan nama pemilik cafe dan restoran. Berhubung nama Indrayanti yang terpampang di papan nama cafe dan restoran pantai, akhirnya masyarakat menyebut pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti.
• Sedangkan pemerintah menamai pantai ini dengan nama Pantai Pulang Syawal. Namun nama Indrayanti jauh lebih populer dan lebih sering disebut daripada Pulang Syawal. Keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan Pantai Indrayanti rupanya turut membawa dampak positif. Berbeda dengan pantai-pantai lain yang agak kotor, sepanjang garis pantai Indrayanti terlihat bersih dan bebas dari sampah. Hal ini dikarenakan pengelola tak segan-segan menjatuhkan denda sebesar Rp. 10.000 untuk tiap sampah yang dibuang oleh wisatawan secara sembarangan. Karena itu Indrayanti menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

Pantai Krakal

• Pantai Krakal terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta . Lokasinya sekitar 37 kilometer arah selatan kota Wonosari. Atau sekitar 65 km dari kota Yogyakarta yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam. Pantai Krakal salah satu tempat wisata Gunung Kidul yang masih satu jalur dengan wisata pantai Baron , pantai Kukup dan Pantai Drini.

• Pantai ini identik dengan pemandangan pantai melengkung dengan garis pantai yang panjang dan di hiasai dengan batuan karang yang menjulang tidak terlalu tinggi. Garis pantainya yang landai dan mempunyai pasir putih dengan hempasan ombak laut yang jernih.

• Pasir pantai Krakal berjenis pasir putih halus ditambah dengan bebatuan karang pada tepi sepanjang pantai. Hal semacam itu begitu cocok bagi wisatawan yang merindukan dengan kesegaran angin dan panorama laut. Wisata krakal beach memiliki beragam biota laut yang amat menggoda di pinggiran pantai.

• Anda dapat melakukan berbagai aktivitas menyenangkan di pantai Krakal. Salah satunya adalah bermain dengan air ombak laut sepanjang bibir pantai. Hal yang jarang bisa anda lakukan bila bertempat tinggal jauh dari pantai.
Selain bermain ombak pantai, pantai Krakal menawarkan berbagai aktivitas menyenangkan lainnya. Diantaranya seperti berburu ikan hias di pinggiran pantai, bermain sepak bola pantai, bermain layang layang dengan memanfaatkan luasnya bibir pantai yang sangat panjang.

Bukit Bintang

• Bukit Bintang Jogja terletak di kawasan Patukperbatasan Bantul dan Gunungkidul.
Bukit Bintang yang selalu ramai dipadati kawula muda untuk menikmati keindahan malam. Terletak di kawasan Patuk, Bukit Bintang menjadi tempat yang sempurna untuk menikmati senja hingga malam tiba. Dari tempat ini pengunjung bisa menyaksikan landskap Gunung Merapi Merbabu dan pesawat yang landing maupun take off di Bandara Adisucipto. Jika beruntung, pemandangan sunset yang indah dengan warna langit yang menggoda pun bisa dinikmati dari tempat ini.

• Puas menikmati sunset setelah itu saatnya beralih menikmati secangkir teh poci atau kopi guna menghangatkan diri dari hembusan angin yang semakin kencang. Di kawasan Bukit Bintang ini terdapat banyak warung dan kedai kopi sederhana. Meski rata-rata bangunannya semi permanen, tapi pemandangan yang disajikan sangat juara. Sambil menikmati minuman hangat dan obrolan bersama kawan, pengunjung bisa tetap menyaksikan landskap Jogja di malam hari yang mempesona. Jangan lupakan juga jagung bakar aneka rasa sebagai teman ngobrol Anda.

• Ingin menikmati dinner romatis bersama orang terkasih? Tak perlu khawatir, Anda bias melakukannya di Bukit Bintang. Selain terdapat aneka warung sederhana, di Bukit Bintang juga ada beberapa restaurant yang bias dijadikan lokasi dinner. Bahkan ada tempat yang memiliki fasilitas outdoor restaurant dengan view Jogja cityscape di malam hari. Perpaduan cahaya lilin di meja, taburan bintang di angkasa, serta lautan cahaya lampu kota semakin menguatkan aura romantisme yang ada.

Pinus Pengger

• Pinus Pengger yang berada di Sendangsari, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul,Jogjakarta.
Lokasi Hutan Pinus Pengger ini berada di bagian paling utara, tepatnya berbatasan dengan wilayah Kecamatan pathuk Gunung Kidul meski demikian masih masuk dalam wilayah Kecamatan Dlingo. Lokasinya yang berada di ketinggian menjadikan Hutan
• Pinus Pengger menjadi tempat yang tepat untuk menikmati kejadian alam tersebut. Pinus Pengger juga memiliki spot asyik yang dapat dinikmati para pengunjung, yakni Goa Macan, Goa Lampeng dan Watu Ngadeg sebagai gardu pandang.
Goa Macan, demikian salah satu gua di sana diberi nama, karena di dindingnya terdapat goresan-goresan seperti bekas cakaran harimau.

• Yang terbaru, Pinus Pengger memiliki sebuah gardu pandang sekaligus spot selfie yang sangat asyik yang berbentuk tangan. Di media sosial Instagram, sejumlah netizen telah menjajal spot unik tersebut.

• Selain yang berbentuk tangan, spot asyik yang tak kalah seru untuk dicoba adalah spot berbentuk segitiga dan setengah lingkaran.Kesemuanya terbuat dari ranting-ranting kayu, sehingga memberikan kesan tersendiri ketika dilihat.
Hutan Pinus Pengger ini ngehits dengan Spot Foto Rumah Piramid (rumah ala Indian) dengan lubang di tengah yang bisa dimasuki pengunjung. Dari situ bisa melihat Jogja dari ketinggian, lengkap dengan kemerlip lampu kota. tak heran jika tempat ini direkomendasikan sebagai wisata malam jogja yang lagi ngehits.
Menjelang petang, kita akan disuguhi pemandangan matahari terbenam atau sunset yang sangat indah.

Bukit Mojo

• Yang menarik dari Bukit Mojo Gumelem ini adalah adanya spot selfie yang unik. Jika Jurang Tembelan punya Kapal di atas tebing dan sayap kupu kupu besar, bukit Mojo ini juga tak mau kalah. Ada spot selfie unik dengan sarang burung raksasa di atas bukit. Sarang burung ini menjadi spot foto yang paling difavoritkan oleh pengnjung.

• Sarang burung merupakan adaptasi Gardu Pandang yang kemudian dibuat seoalh seperti sarang burung. Hasilnya, jika foto di spot Bukit Mojo tersebut ya sangat ciamik. Selain spot selfie sarang burung, ada juga gardu pandang berbentuk bunga matahari. Jika pengunjung berfoto di atasnya seolah sedang hinggap di atas bunga raksasa.

• Lokasi spot wisata baru Bukit mojo ini tak jauh dari Kebun Buah Mangunan dan Bukit panguk. Tepatnya berada di RT 04 Pedukuhan Kediwung Mangunan Dlingo. Jadi Lokasi Bukit Mojo ini sebenarnya masih satu wilayah dengan Bukit Panguk Kediwung.

Pantai Prangtritis

• Pantai Parangtritis terletak di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul Yogyakarta. kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta ini terdapat pantai di tepi Samudra Hindia.
Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah.

• Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir di sekitar pantai, yang biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis.

• Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. Selain itu Parangtritis juga merupakan tempat untuk olahraga udara/aeromodeling

Gumuk Pasir

• Gumuk Pasir Parangkusumo terletak di Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lokasi gumuk ini berada di antara Pantai Depok dan Pantai Parangtritis.
Gumuk pasir adalah salah satu bentang alam yang proses pembentukannya dipengaruhi angin, terbentuk karena pasir yang
menumpuk dalam jumlah besar

• Gumuk Pasir Parangkusumo atau di sebut juga sebagai Gumuk Pasir Barchan”. Rupanya, barchan merujuk pada jenis gumuk pasir tersebut dimana Gumuk pasir tipe barchan memiliki ketinggian 5-15 meter.
Gundukan pasir ini berasal dari hasil erupsi Gunung Merapi yang endapannya dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di Pantai Selatan, antara lain Sungai Opak dan Sungai Progo. Setelah terendap di pinggir pantai, barulah angin dari Samudra Hindia mengukir tumpukan pasir ini. Jadilah bentang alam yang unik

• Gumuk Pasir Parangkusumo termasuk dalam gumuk pasir pesisir (coastal dunes). Gumuk pasir ini terdapat di seluruh garis lintang di dunia, mulai dari kutub hingga khatulistiwa. Meski gumuk pasir tersebar di Indonesia, Vietnam, dan Filipina, hanya Gumuk Pasir Parangkusumo yang menjadi lokasi sandboarding dan wisatawan bisa menyewa papan untuk sandboarding sepuasnya.

Malioboro

• Jalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.
Pada tanggal 20 Desember 2013, pukul 10.30 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X nama dua ruas jalan Malioboro dikembalikan ke nama aslinya, Jalan Pangeran Mangkubumi menjadi jalan Margo Utomo, dan Jalan Jenderal Achmad Yani menjadi jalan Margo Mulyo.

• Terdapat beberapa objek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.
Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini.

• Saat ini, Jalan Malioboro tampak lebih lebar karena tempat parkir yang ada di pinggir jalan sudah dipindahkan ke kawasan parkir Abu Bakar Ali. Sehingga, untuk para pejalan kaki jadi lebih leluasa karena trotoar di Jalan Malioboro bisa digunakan sepenuhnya.

• Jalan itu selama bertahun-tahun dua arah, namun pada tahun 1980an menjadi satu jalan saja, dari jalur kereta api (di mana ia memulai) ke selatan – ke pasar Beringharjo, di mana ia berakhir. Hotel terbesar, tertua di Belanda, Hotel Garuda, terletak di ujung utara jalan, di sisi timur yang berdekatan dengan jalur kereta api. Ini memiliki bekas kompleks Perdana Menteri Belanda, kepatihan, di sisi timur.

• Selama bertahun-tahun di tahun 1980an dan kemudian, sebuah iklan rokok ditempatkan di bangunan pertama di sebelah selatan jalur kereta api – atau secara efektif bangunan terakhir di Malioboro, yang mengiklankan rokok Marlboro, tidak diragukan lagi menarik bagi penduduk setempat dan orang asing yang akan melihat kata-kata dengan Nama jalan dengan produk asing sedang diiklankan.

• Tidak sampai ke tembok atau halaman Keraton Yogyakarta, karena Malioboro berhenti bersebelahan dengan pasar Beringharjo yang sangat besar (di sisi timur juga). Dari titik ini nama jalan berubah menjadi Jalan Ahmad Yani (Jalan Ahmad Yani) dan memiliki bekas kediaman Gubernur di sisi barat, dan Benteng Vredeburg Belanda tua di sisi timur.
Malioboro adalah sebuah pusat ekonomi dan wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi wisata ini terletak pada garis lurus yang menghubungkan Keraton Kesultanan Yogyakarta dengan Tugu Yogya, sebuah landmark yang juga cukup popular di Jogja.

• Sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi, kawasan ini menyediakan berbagai fasilitas dan produk yang ditawarkan. Di sini terdapat pusat-pusat perbelanjaan besar, gerai batik, tempat kuliner, dan lain-lain. Yang cukup menarik bagi wisatawan sebenarnya adalah pedagang kaki lima yang berada di sepanjang emperan malioboro, baik di sisi barat maupun timur jalan. Aneka produk kerajinan khas Jogja tersedia disini, mulai dari baju batik, pernak pernik, kerajinan kayu, souvenir, dan lain sebagainya. Jika kita capek berjalan keliling, maka kita bisa menggunakan jasa angkutan tradisional yang berupa becak dan andong. Tarif yang ditawarkan cukup terjangkau

• Kawasan jalan Malioboro ini juga sering digunakan untuk berbagai parade dan karnaval budaya. Event yang rutin dilaksanakan seperti Jogja Java Carnival (Night Carnival), Jogja Fashion Week, Pekan Budaya Tionghoa, dan sebagainya. Hal ini tentu saja menambah daya tarik kawasan wisata belanja ini

Candi Ijo

• Candi Ijo di Desa Sambirejo wilayah Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Jogjakarta.
Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kira-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram.

• Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung, kira-kira sekitar 4 kilometer arah tenggara Candi Ratu Boko. Dimana pada bagian bawah lereng tersebut terdapat wisata tebing Breksi Jogja yang merupakan bekas pertambangan batu alam. Posisinya berada pada lereng bukit dengan ketinggian rata-rata 425 meter di atas permukaan laut[2]. Candi ini dinamakan “Ijo” karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo. Kompleks percandian membuka ke arah barat dengan panorama indah, berupa persawahan dan bentang alam, seperti Bandara Adisucipto dan pantai Parangtritis.

• Dataran tempat kompleks utama candi memiliki luas sekitar 0,8 hektare, namun kuat dugaan bahwa kompleks percandian Ijo jauh lebih luas, dan menjorok ke barat dan utara. Dugaan itu didasarkan pada kenyataan bahwa ketika lereng bukit Candi Ijo di sebelah timur dan sebelah utara ditambang oleh penduduk, banyak ditemukan artefak yang mempunyai kaitan dengan candi.
Kompleks percandian Ijo dibangun pada punggungan bukit yang disebut Gumuk/Bukit Ijo. Nama ini telah disebut dalam prasasti Poh berangka tahun 906 Masehi berbahasa Jawa Kuno, dalam penggalan ” … anak wanua i wuang hijo …” (anak desa, orang Ijo)

Candi Prambanan

• Kompleks candi Prambanan terletak di desa Bokoharjo kecamatan Prambanan, Sleman dan di desa Tlogo kecamatan Prambanan, Klaten . Kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

• Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

• Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna “Brahman Agung” yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama “Prambanan” berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.

• Nama asli kompleks candi Hindu ini adalah nama dari Bahasa Sansekerta; Siwagrha (Rumah Siwa) atau Siwalaya (Alam Siwa), berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka (856 Masehi). Trimurti dimuliakan dalam kompleks candi ini dengan tiga candi utamanya memuliakan Brahma, Siwa, dan Wisnu. Akan tetapi Siwa Mahadewa yang menempati ruang utama di candi Siwa adalah dewa yang paling dimuliakan dalam kompleks candi ini.

• Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

• Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, pada masa kerajaan Medang Mataram.
Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun di Jawa kuno, pembangunan candi Hindu kerajaan ini dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan juga candi Sewu yang terletak tak jauh dari Prambanan. Beberapa sejarawan lama menduga bahwa pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait teori wangsa kembar berbeda keyakinan yang saling bersaing; yaitu wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut Buddha. Pastinya, dengan dibangunnya candi ini menandai bahwa Hinduisme aliran Saiwa kembali mendapat dukungan keluarga kerajaan, setelah sebelumnya wangsa Sailendra cenderung lebih mendukung Buddha aliran Mahayana. Hal ini menandai bahwa kerajaan Medang beralih fokus dukungan keagamaanya, dari Buddha Mahayana ke pemujaan terhadap Siwa.

• Bangunan ini pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan secara berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan raja Balitung Maha Sambu. Berdasarkan prasasti Siwagrha berangka tahun 856 M, bangunan suci ini dibangun untuk memuliakan dewa Siwa, dan nama asli bangunan ini dalam bahasa Sanskerta adalah Siwagrha (Sanskerta:Shiva-grha yang berarti: ‘Rumah Siwa’) atau Siwalaya (Sanskerta:Shiva-laya yang berarti: ‘Ranah Siwa’ atau ‘Alam Siwa’). Dalam prasasti ini disebutkan bahwa saat pembangunan candi Siwagrha tengah berlangsung, dilakukan juga pekerjaan umum perubahan tata air untuk memindahkan aliran sungai di dekat candi ini. Sungai yang dimaksud adalah sungai Opak yang mengalir dari utara ke selatan sepanjang sisi barat kompleks candi Prambanan. Sejarawan menduga bahwa aslinya aliran sungai ini berbelok melengkung ke arah timur, dan dianggap terlalu dekat dengan candi sehingga erosi sungai dapat membahayakan konstruksi candi. Proyek tata air ini dilakukan dengan membuat sodetan sungai baru yang memotong lengkung sungai dengan poros utara-selatan sepanjang dinding barat di luar kompleks candi. Bekas aliran sungai asli kemudian ditimbun untuk memberikan lahan yang lebih luas bagi pembangunan deretan candi perwara (candi pengawal atau candi pendamping).

Tebing Breksi

• Tebing Breksi berlokasi di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya berdekatan dengan Candi Ijo, Candi Ratu Boko, Candi Kalasan dan tentunya Candi Prambanan.
Obyek wisata geo heritage ini bukan terbentuk secara alami, melainkan berasal dari bukit batu biasa yang menjelma akibat terkikis aktifitas penambangan bahan material bangunan oleh warga sekitar selama bertahun-tahun lamanya sejak tahun 80-an dan menjadi sumber mata pencarian warga.

• Setelah peneliti melakukan kajian terhadap lokasi ini, ditemukan kenyataan bahwa batuan kapur breksi yang ada di tempat itu adalah endapan abu vulkanik dari gunung api Purba Nglanggeran di Gunung Kidul. Dikarenakan hal tersebut, maka berarti kawasan ini termasuk dalam cagar budaya yang harus dilestarikan.
Rupanya larangan untuk melakukan penambangan tidak memutus semangat warga. Mereka mendapat ide untuk menjadikan kawasan ini sebagai salah satu obyek wisata setelah melihat keindahan guratan bekas galian yang ada.

• Nama Breksi sendiri datang dari warga, mengikuti tren dimana nama bukit batu tempat wisata di Bali dan Bandung yang hasil potongannya mirip dengan tebing ini, disebut dengan breksi. Karena itu lah, tebing ini dinamai Tebing breksi.
Tangga menuju puncak tebing yang terlihat keren dengan hiasan ukiran naga menjadi daya tarik para wisatawan. Setelah sampai di puncak, pengunjung juga bisa menikmati Indahnya jogja dari sisi Timur. Sebagaimana Wisata Alam Mangunan, di puncak bukit juga dipasang pagar besi mengelilingi agar pengunjung aman.

• Beberapa hal menarik tentang Tebing Breksi:
• Tebing yang dulunya merupakan penambangan batu kapur ini menawarkan panorama yang unik dan terkesan alami. Jadi ini sangat cocok bagi kamu yang suka dan hobi hunting tempat unik di jogja.
• Puncak Tebing Breksi. Pesona puncak yang menjulang tinggi. Spot foto anti mainstream, bagus untuk background berfoto dan menikmati pemandangan bebatuan yang jauh dari area perkotaan. Sejak dibukanya untuk objek wisata, beberapa seniman lokal mengukir bebatuan pada tebing breksi Jogyakarta dengan ukiran seperti wayang, naga, dan lain-lain.
• View Yang Indah. Jika dari atas tebing, anda dapat melihat view yang eksotis, melihat Candi Prambanan yang megah, Candi Baron dengan background Gunung Merapi, dan menawarkan panorama senja yang indah.
• Background Prewedding. Buat para fotografer atau yang ingin prewedding, tebing ini juga layak untuk jadi alternatif

Candi Ratu Boko

• Candi Ratu Boko secara administratif situs ini terletak di wilayah dua Dukuh, yakni Dukuh Dawung, Desa Bokoharjo dan Dukuh Sumberwatu, Desa Sambireja, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

• Candi Boko (bahasa Jawa: Candhi Ratu Baka) adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

• Situs Ratu Baka terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 meter dari permukaan laut. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha.
Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs permukiman, namun fungsi tepatnya belum diketahui dengan jelas.[2] Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan.[3] Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini.

• Nama “Ratu Baka” berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (bahasa Jawa, arti harafiah: “raja bangau”) adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Loro Jonggrang.

• Secara administratif, situs ini berada di wilayah dua Dukuh, yakni Dukuh Dawung, Desa Bokoharjo dan Dukuh Sumberwatu, Desa Sambireja, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Indonesia.
Situs ini dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan Situs Warisan Dunia sejak tahun 1995.

Alun Alun Kidul

• Alun-Alun Kidul terletak di sebelah selatan Keraton Yogyakarta, tepatnya di Jl. Alun-Alun Kidul, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Alun-alun Kidul menawarkan pesona Jogja di malam hari yang riuh sekaligus syahdu. Di tempat ini kamu bisa menikmati malam bersama kawan sembari duduk lesehan di bawah taburan gemintang. Hal lain yang wajib kamu lakukan saat berkunjung ke Alkid adalah mencoba permainan masangin serta mengayuh odong-odong atau sepeda tandem mengitari alun-alun.

• Kalau kamu mencari lokasi nongkrong di Jogja saat malam selain Malioboro dan kawasan Titik Nol KM, Alun-alun Kidul adalah pilihan terbaik. Terletak tak jauh dari Taman Sari, halaman belakang Keraton Yogyakarta ini menjadi tempat bercengkerama warga Jogja dan juga lokasi hangout para wisatawan di malam hari. Sejak sore, lapangan yang ditumbuhi 2 pohon beringin di tengahnya ini mulai menampakkan geliatnya. Pedagang membuka lapaknya, pemilik odong-odong mulai menyalakan lampu, dan satu persatu wisatawan berdatangan.

• Sebelum menjadi tempat nongkrong yang ngehits seperti saat ini, dulunya Alun-alun Kidul atau yang lebih dikenal dengan nama Alkid ini merupakan sasana latihan ketangkasan untuk para prajurit keraton. Halaman belakang istana Raja Jogja ini juga sarat akan cerita. Konon dibangunnya alun-alun ini agar bagian belakang Kraton nampak seperti bagian depan yang juga ditanami pohon beringin kembar. Hal ini bertujuan supaya keraton tidak terkesan membelakangi Laut Selatan yang dikuasai Ratu Kidul.

• Cerita lainnya yang begitu lekat dengan keberadaan Alkid adalah mitos masangin alias masuk di antara dua beringin. Sejarah ritual masangin ini berawal dari ritual topo bisu mubeng beteng yang dilakukan tiap malam 1 suro. Selama mengitari beteng, orang-orang tidak boleh bersuara. Akhir dari ritual tersebut adalah melewati ringin kurung. Konon di antara kedua beringin tersebut terdapat rajah yang berfungsi sebagai penolak bala. Orang-orang yang memiliki hati bersih akan mampu melewati ringin kurung, sedangkan yang berniat jahat tidak akan lolos.

• Saat ini masangin bukan lagi menjadi ritual, melainkan hanya sebatas permaian. Siapa pun yang berkunjung ke Alun-alun Kidul dan penasaran dengan mitosnya boleh mencoba permainan masangin ini. Usai bermain masangin, kamu bisa menyewa sepeda tandem atau odong-odong hias yang dipenuhi lampu warna-warni. Mengayuh sepeda dan odong-odong di tengah kerumunan manusia dan jalan yang cukup padat memaksamu harus ekstra hati-hati. Wisata malammu di Alkid bisa diakhiri dengan menyesap wedang ronde atau secangkir kopi sembari duduk lesehan di atas tikar.

• Aktivitas Yang Bisa Dilakukan Di Alun-Alun Kidul
Masangin
Hal pertama dan utama yang wajib kamu lakukan saat berkunjung ke Alkid adalah melakukan permainan masangin. Aturan mainnya sangat sederhana, yakni kamu harus berjalan kaki dari ujung alun-alun hingga melintasi 2 ringin kurung (beringin kembar yang ada di tengah alun-alun) dengan mata tertutup. Sepintas hal ini terlihat sangat mudah. Namun percayalah, masangin tidak semudah kelihatannya. Rata-rata orang memerlukan lebih dari 1 kali percobaan sebelum bisa melewati pohon beringin. Biasanya mereka bukannya melintasi ringin kurung melainkan berbelok jauh. Berdasarkan mitos yang dipercayai masyarakat, konon hanya mereka yang bersih hatinya yang bisa melintas dengan sukses pada percobaan pertama.
Naik Sepeda Tandem & Odong-odong

• Salah satu hal yang menjadikan Alkid begitu semarak di malam hari adalah keberadaan sepeda tandem dan becak wisata atau odong-odong. Berhiaskan lampu warna-warni dan didekor secara menarik, dua alat trasnportasi ini akan menemanimu mengitari alun-alun. Cukup merogoh kocek sekitar Rp 15.000 – Rp 30.000, kamu sudah bisa menyewa sepeda tandem atau odong-odong. Mengayuh sepeda tandem atau odong-odong di tengah kemacetan jalan dan lalu lalang orang akan menjadi pengalaman yang mengasyikkan.
Ngangkring & Lesehan
Salah satu cara menikmati Alun-alun Kidul adalah dengan jajan di angkringan atau duduk lesehan di selembar tikar. Sembari menikmati makanan yang sudah dipesan, kamu bisa bercakap soal apa saja mulai dari dosen killer, tugas yang menumpuk, kuliah yang tak kunjung usai, cinta yang ditolak, hingga sok serius membahas negara. Taburan gemintang di langit malam serta udara dingin yang mulai merasuk akan menjadikan malammu di Alkid semakin romantis.
Wisata Kuliner
Selain makanan yang dijajakan oleh penjual angkringan dan warung-warung lesehan, di Alkid juga terdapat penjaja makanan lain seperti wedang ronde, tempura, es goreng, cilok, dan jajanan lainnya. Tak ada salahnya untuk mencicipi aneka jajanan yang akan mengingatkan pada masa kanak. Deretan café dan warung kopi yang ada di Alun-alun Kidul pun bisa kamu datangi. Jika kamu ke Alkid pada siang hari, silahkan mampir ke Warung Handayani di jalan menuju Plengkung Gading. Di warung ini kamu akan menjumpai brongkos yang benar-benar enak.

Perak Kota Gede

• Pusat Kerajinan Perak Jogja terletak di Kecamatan Kota Gede Kota Jogjakarta.
Lokasi pusat kerajinan perak Kota Gede di tandai oleh sebuah gapura bertuliskan ” Selamat Datang di Sentra Kerajinan Perak Kotagede “.Di sekitar Jalan Kemasan serta Jalan Mondorakan, Anda dapat temukan deretan toko yang jual bermacam kerajinan perak di kanan serta kiri jalan. Jumlah toko kerajinan perak ditempat ini kian lebih 100 toko.

• Salah satu pelopor kerajinan perak di sini adalah Ansor Silver yang merupakan satu diantara toko yang telah berdiri dari awal kemunculan sentra ini. Toko Ansor Silver didirikan oleh Ansor Karto pada tahun 1956 .Toko ini ada di Jalan Mondorakan dengan luas bangunan sekitar 400 m2.

• Kotagede tersohor dengan sejarahnya untuk pusat kerajaan Mataram pada zaman dulu. Latar belakang sentra kerajinan perak Kotagede Menurut sejarah beberapa bangsawanlah yang mengawali cikal akan Kotagede untuk pusat produksi kerajinan perak di Yogyakarta.

• Kota Gede adalah sebuah daerah dimana Panembahan Senopati, pendiri kerajaan Mataram baru mendirikan istananya pada tahun 1575 silam. Penguasa kerajaan Mataram baru merupakan keturunan langsung dari penguasa Mataram kuno yang membangun Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Pada tahun 1680 Kota Gede direbut oleh pasukan dari Madura, dan kemudian istana Mataram dipindahkan ke timur, pertama ke Kartasura, lalu ke tepi sungai Solo, di Surakarta (Solo). Maka Kotagede sendiri adalah termasuk salah satu wilayah yang bersejarah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pasar Beringharjo

• Pasar Bringharjo adalah pasar tertua dengan nilai historis dan filosofis yang tidak dapat dipisahkan dengan Kraton Yogyakarta. Beringharjo memiliki makna harafiah hutan pohon beringin yang diharapkan memberikan kesejahteraan bagi warga Yogyakarta. Pasar Beringharjo terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani nomor 16, Yogyakarta. Ada banyak jenis barang yang dapat dibeli di Pasar Beringharjo, mulai dari batik, jajanan pasar, uang kuno, pakaian anak dan dewasa, makanan cepat saji, bahan dasar jamu tradisional, sembako hingga barang antik.

• Sejarah Berdirinya Pasar Beringharjo
Wilayah Pasar Beringharjo pada awalnya adalah hutan beringin. Tidak lama setelah berdirinya Kraton Yogyakarta pada tahun 1758, wilayah pasar ini dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya. Ratusan tahun kemudian pada tanggal 24 Maret tahun 1925, Keraton Yogyakarta menugaskan Nederlansch Indisch Beton Maatschappij (Perusahaan Beton Hindia Belanda) untuk membangun los-los pasar. Pada akhir Agustus 1925, 11 kios telah terselesaikan dan yang lainnya menyusul secara bertahap.

• Nama Beringharjo diberikan setelah bertahtanya Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tanggal 24 Maret tahun 1925. Sri Sultan Hamngku Buwono VIII memerintahkan agar semua instansi di bawah naungan Kesultanan Yogyakarta menggunakan Bahasa Jawa. Nama Beringharjo dipilih karena memiliki arti wilayah yang semula hutan beringin (bering) yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo). Nama Beringharjo sendiri dinilai tepat karena lokasi pasar merupakan bekas hutan beringin dan pohon beringin merupakan lambang kebesaran dan pengayoman bagi banyak orang.

• Pasar Beringharjo memiliki nilai historis dan filosofis dengan Kraton Yogyakarta karena telah melewati tiga fase, yakni masa kerajaan, penjajahan, dan kemerdekaan. Pembangunan Pasar Beringharjo merupakan salah satu bagian dari rancang bangun pola tata kota Kesultanan Yogyakarta yang disebut Catur Tunggal. Pola tata kota ini mencakup empat hal yakni keraton sebagai pusat pemerintahan, alun-alun sebagai ruang publik, masjid sebagai tempat ibadah, dan pasar sebagai pusat transaksi ekonomi.

Puncak Becici

• Puncak Becici terletak di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul . Berjarak 30 Km dari pusat kota Yogyakarta.
Puncak Becici memiliki hutan pinus seluas 4,4 hektar dengan hawa yang sejuk. Pada sore hari, pengunjung bisa menikmati sunset. Dari sini pula, pengunjung bisa melihat kecantikan Candi Prambanan bagian utara serta indahnya pantai selatan.
Objek Wisata Puncak Becici Dlingo Bantul, lebih menjual spot-spot foto selfie ketimbang keindahan pohon pinus. Alasannya jarak antar pohon pinus di Kawasan Puncak Becici, tidak serapi seperti hutan pinus di Objek Wisata Hutan Pinus Mangunan.

• Untuk spot foto selfie unggulan di Puncak Becici sendiri seperti Gardu Pandang, Rumah Marsupilami, Rumah Jamur, Taman Cinta. Selain itu ada juga hammock di antara pepohonan pinus. Spot-spot ini semakin menarik tatkala sinar matahari mulai tenggelam. Waktu yang paling pas menikmati Puncak Becici menurut dia yakni di sore hari. Lantaran ada pemandangan sunset yang bisa dinikmati di atas area perbukitan, atau di Puncak Becici.

• Keindahan alam dan spot-spot gitu di Puncak Becici ternyata juga diminati mantan presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama. Bersama keluarga dia berkunjung ke Puncak Becici. Bahkan Obama juga sempat berselfie di spot foto Rumah Marsupilami.

• Puncak Becici merupakan salah satu lokasi dari Blok Mangunan. Blok Mangunan sendiri terdiri dari 7 blok yang dikelola masyarakat untuk wisata.

• Lokasi yang dikelola sekitar 40 warga ini dulunya hanya hutan pinus yang disadap getahnya. Setelah dikelola sebagai lokasi wisata di akhir 2015, tidak ada lagi penyadapan pohon pinus. Mereka fokus mengelola pariwisata. Pada Senin-Jumat, jumlah kunjungan ke Puncak Becici 700 orang per hari. Jumlah ini meningkat di Sabtu-Minggu dan hari libur, menjadi 1.500 pengunjung.

Kebun Buah Mangunan

• Kebun Buah Mangunan terletak di Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul Jogjakarta. Kebun Buah Mangunan ini berjarak 35 km dari pusat Kota ditempuh 60 menit dari kota pusat kota Jogjakarta.
Lokasi ini mulai dibangun oleh Permerintah Kabupaten Bantul pada Tahun 2003 di atas seluas 23,3415 hektar pada ketinggian 150-200 m diatas permukaan laut. Titik ketinggian tersebut membuat kawasan ini memiliki udara yang sejuk serta pemandangan pegunungan seribu.

• Bisa melihat pantai Parangtritis dan kota Bantul dari satu lokasi. Wisatawan dapat menikmati pemandangan yang sangat indah dari Kebun Buah Mangunan yaitu Pantai Parangritis pada bagian selatan, pemandangan Kota Bantul yang berada di bagian barat serta keelokan sungai Oya yang sangat curam. Banyak populasi monyet yang juga terdapat di lokasi ini dapat menjadi salah satu potensi wisata.

• Di sini kita juga bisa berlibur sekaligus mempelajari tumbuh-tumbuhan secara langsung. Potensi wisata yang bisa dilakukan wisatawan di sini adalah mengamati berbagai macam buah-buahan yang ditata dengan apik sesuai dengan kondisi kemiringan bukit mangunan antara lain durian, mangga, rambutan, jambu air, jeruk, sawo, duku, serta manggis. Di samping itu terdapat pula buah-buahan lain yang jumlahnya relatif sedikit seperti matoa, kelengkeng, jambu biji, cempedak dan belimbing. Untuk menambah kesejukan selain tanaman buah-buahan terdapat pula tanaman jati, king grass, pagar hidup berupa salak, magium dan pinus.

• Melihat proses pembibitan sapi. Tujuan dari adanya pembibitan sapi ini yaitu selain untuk menambah populasi ternak sapi juga agar terjadi siklus yang berkesinambungan antara ternak sapi yang menghasilkan pupuk kandang untuk pemeliharaan tanaman buah-buahan di Kebun Buah Mangunan.

• Beberapa fasiltas yang ada di sani adalah
Outbond, Flying fox, Jembatan goyang, Bumi perkemahan, Penginapan, Reflying, Ruang pertemuan , Kolam renang anak-anak, Lahan pembelajaran pembibitan tanaman, Pembelajaran pembuatan pupuk, Aneka tanaman buah dan tanaman hias.

Puthuk Setumbu

• Wisata Punthuk Setumbu Magelang terletak sekitar 4 kilometer sebelah barat Candi Borobudur, membuat Punthuk Setumbu menjadi spot terbaik untuk melihat sunrise di sekitar Candi Borobudur.
Bukit Punthuk Setumbu yang memiliki ketinggian kurang lebih 400 mdpl ini memang memiliki pemandangan yang sangat mempesona siapa saja yang berkunjung.. Aktivitas utama yang bisa dilakukan di Punthuk Setumbu adalah melihat indahnya sunrise dengan background Candi Borobudur, bahkan jika kamu beruntung pada waktu tertentu kita bisa melihat matahari terbit tepat ditengah antara Gunung Merbabu dan Merapi.

• Jika kamu tidak mau bersusah payah berkendara di pagi buta untuk melihat sunrise di Punthuk Setumbu, kamu bisa juga sebelumnya menginap di sekitar kawasan wisata Punthuk Setumbu. Di kawasan Punthuk Setumbu sendiri sudah banyak penginapan berbentuk rumah tradisional warga yang bisa kamu sewa, jadi tidak perlu repot terburu-buru menuju objek wisata ini agar tidak ketinggalan sunrise. Untuk bisa sampai di puncak Punthuk Setumbu, kamu diharuskan berjalan kaki selama kurang lebih 20 menit, walaupun pendek tapi jalur menuju puncak cukup menguras tenaga, karena kita harus berjalan kaki di saat fajar dimana udara terasa cukup dingin dan tubuh masih dalam keadaan lemas. Tapi tenang, jika kamu tidak mau berjalan kaki, kamu bisa menyewa ojek atau naik sepeda menuju puncak .

Candi Borobudur

• Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi ini berlokasi di kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.
Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling dua pasang gunung kembar; Gunung Sundoro-Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu-Merapi di sebelah timur laut, di sebelah utaranya terdapat bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh, serta candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur. Menurut legenda Jawa, daerah yang dikenal sebagai dataran Kedu adalah tempat yang dianggap suci dalam kepercayaan Jawa dan disanjung sebagai ‘Taman pulau Jawa’ karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya

• Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar abad ke-8 masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

• Dalam Bahasa Indonesia, bangunan keagamaan purbakala disebut candi; istilah candi juga digunakan secara lebih luas untuk merujuk kepada semua bangunan purbakala yang berasal dari masa Hindu-Buddha di Nusantara, misalnya gerbang, gapura, dan petirtaan (kolam dan pancuran pemandian). Asal mula nama Borobudur tidak jelas, meskipun memang nama asli dari kebanyakan candi di Indonesia tidak diketahui. Nama Borobudur pertama kali ditulis dalam buku “Sejarah Pulau Jawa” karya Sir Thomas Raffles. Raffles menulis mengenai monumen bernama borobudur, akan tetapi tidak ada dokumen yang lebih tua yang menyebutkan nama yang sama persis. Satu-satunya naskah Jawa kuno yang memberi petunjuk mengenai adanya bangunan suci Buddha yang mungkin merujuk kepada Borobudur adalah Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365.

Puncak Kalibiru

• Wisata Kalibiru terletak di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta. Jarak dari pusat kota adalah sekitar 40 kilometer.
Kalibiru sebenarnya adalah sebuah nama hutan yang saat ini diolah menjadi sebuah tempat wisata alam. Hutan Kalibiru memiliki ketinggian 450 mdpl dan berupa kawasan perbukitan yang subur. Suhu udara di tempat ini sangat sejuk. Kalibiru dikelola oleh pemerintah dan masyarakat setempat sebagai wisata alam dan edukasi. Ada banyak hal yang bisa didapatkan di sana, termasuk outbond, penginapan, dan beberapa spot untuk mencari foto kekinian. Ada juga jalur trekking yang juga bisa dijadikan lokasi camping.

• Di atas puncak pengunjung dapat melihat pemandangan pebukitan. Kalibiru memiliki lahan parkir yang luas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Di Kawasan kalibiru ini sudah di lengkapi dengan gardu pandang agar pengunjung dapat menikmati pemandangan disana. Ada juga flyingfox untuk menguji adrenalin pengunjung. Serta sarana pertemuan untuk suatu perkumpulan yang dapat digunakan. Disedikan pula warung warung makanan agar pengunjung tidak kesusahan mencari makan.
• Disediakan penginapan disana agar pengunjung yang kelelahan dapat beristirahat. Selain itu, pada sebelah selatan Wisata Alam Kalibiru juga terdapat track untuk bersepeda offroad.

Beberapa spot yang bisa di nikmati di wisata Kali Biru :
1. Gardu Pandang
Di tempat tersebut, kamu akan menemukan sebatang pohon pinus yang menjulang di tepi jurang, yang di ketinggian batangnya telah terpasang papan kayu lengkap dengan tangga gantungnya. Itulah “Menara Pandang.” Dari ketinggian itu, kamu bisa menikmati indahnya pemandangan Pegunungan Menoreh, dengan Waduk Sermo di kakinya.

2.Flying Fox dan High Rope
Selain pemandangan eksotis, kamu juga bisa mendapat semburan adrenalin di Kalibiru ini. Ada wahana outbond seperti high rope, termasuk flying fox yang bisa kamu coba. Bayangkan meluncur sambil menikmati keindahan pemandangan alam sekitar kamu.
Permainan outbond dimulai dengan memanjat batu, lalu meniti jaring-jaring dan berjalan di atas seutas tambang. Lalu dilanjutkan dengan berjalan di atas jembatan kayu, yang semuanya dilakukan di ketinggian. Permainan mendebarkan ini bakal diakhiri dengan flying fox yang mendarat di sebuah papan di atas pohon.
Untuk yang mau bermain flying fox saja, kamu bisa pilih antara dua ketinggian, yakni jalur 50 meter dan 85 meter.
3.Trekking di Kalibiru
Di desa Kalibiru, ada jalur trekking yang bisa kamu telusuri. Untuk kamu yang punya lebih banyak waktu (dan jiwa petualang), tersedia beberapa pilihan jalur trekking dengan rute dan panjang jalur yang bisa disesuaikan. Jarak dekatnya sekitar dua hingga tiga kilometer, dan jarak jauhnya empat sampai lima kilometer. Berita baiknya, menelusuri jalur trekking ini gratis

Air Terjun Sri Gethuk

•Air Terjun Sri Gethuk terletak di Padukuhan (Dusun) Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Letak Air Terjun Sri Gethuk ini diapit oleh tebing menjulang tinggi yang mempunyai ketinggian sekitar 50 meter. Hijau pemandangan luasnya persawahan yang mengelilingi Sri Gethuk dan juga sungai Oyo menambah keasrian alamnya khas pedesaan yang sejuk. Daerah Gunung Kidul memang khas dengan daerahnya yang kering. Akan tetapi, uniknya aliran air yang membanjiri Air Terjun Sri Gethuk ini tidak pernah surut dan kering. Walaupun di cuaca panas, Sri Gethuk terus saja mengalir dengan segarnya.

• Ada hal yang cukup unik dari air terjun Sri Gethuk, untuk bisa sampai pada lokasi utama biasanya pengunjung dibawa dengan mengguakan perahu rakit yang berguna sebagai alat menyusuri aliran sungai Oyo.

Pantai Drini

• Pantai Drini terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Dari kota Yogyakarta harus di tempuh dengan perjalanan kurang lebih 60 km atau 2-3 jam
Pantai satu ini terletak di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, tepatnya di sebelah timur Pantai Baron dan Pantai Sepanjang. Lokasi Pantai Drini ini juga masih berada satu jalur dengan pantai-pantai lain seperti Pantai Kukup, Pantai Krakal, Pantai sundak, dan beberapa pantai lainnya.
Pantai satu ini sangat menarik dengan pemandangan alamnya yang masih alami dan memiliki pulau kecil yang menjadi ciri khasnya.

• Pantai Drini memiliki pemandangan alam yang menarik dengan bukit-bukitnya yang hijau, pasirnya yang putih dan lautnya yang berwarna biru. Salah satu ciri khas dari Pantai Drini ini adalah adanya pulau kecil yang berada di sebelah selatan pantai. Lokasi pulau tersebut berada tidak jauh dengan pantai, sehingga kita bisa juga berkunjung ke sana untuk melihat pulau tersebut.

• Pantai Drini memiliki pemandangan alam yang menarik dengan bukit-bukitnya yang hijau, pasirnya yang putih dan lautnya yang berwarna biru. Salah satu ciri khas dari Pantai Drini ini adalah adanya pulau kecil yang berada di sebelah selatan pantai. Lokasi pulau tersebut berada tidak jauh dengan pantai, sehingga kita bisa juga berkunjung ke sana untuk melihat pulau tersebut

Embung Nglanggeran

• Embung adalah kata yang digunakan oleh orang Jawa untuk menyebut telaga buatan. Embung Nglanggeran adalah telaga buatan yang fungsi utamanya adalah untuk mengairi kebun buah di sekitar Gunung Api Purba Nglanggeran. Selain sebagai sumber pengairan, Embung Nglanggeran juga difungsikan sebagai obyek wisata.

• Diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada bulan Februari 2013, Embung Nglanggeran langsung menyedot perhatian wisatawan. Hal ini dikarenakan lokasinya yang unik dan pemandangannya yang ciamik. Embung Nglanggeran terletak di pinggang Gunung Api Purba Nglanggeran. Lokasi embung dulunya merupakan sebuah bukit yang kemudian dipotong dan dijadikan telaga buatan.

• Untuk mencapai lokasi Embung Nglanggeran wisatawan harus mendaki puluhan anak tangga yang berkelok-kelok. Begitu tiba di puncak, mata akan disuguhi pemandangan telaga buatan yang indah. Saat melayangkan pandang ke sekitar, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan gugusan batu raksasa yang membentuk Gunung Nglanggeran. Di sisi lain kita juga bisa memandang lembah menghijau hingga batas horison. Wisatawan yang mengunjungi Embung Nglanggeran dilarang untuk membuang sampah atau memancing di embung. Di kawasan embung terdapat gazebo yang bisa digunakan untuk beristirahat.

5 travellers are considering this tour right now!