Paket Tour Bali Murah 2 Hari 1 Malam (2H1M) opsi 2 mengunjungi object-object wisata berikut ini :

Pantai Pandawa

Pandawa terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung; sekitar 3 km dari daerah Nusa Dua. Dulunya  pantai ini tersembunyi di balik bukit sehingga disebut Pantai Rahasia. Secret Beach sebenarnya dikenal baik oleh beberapa wisatawan. Karena  akses yang sulit ke lokasi ini membuat pantai ini kosong. Beberapa pengunjung yang berkunjung ke sana adalah peselancar asing .  Namun setelah akses di terbuka pantai ini  sekarang  menjadi ramai oleh turis asing  maupun domestik.

Di pantai ini terdapat  tebing yang sangat tinggi yang pada salah satu sisinya dipahat lima patung Pandawa dan Kunti. Keenam patung tersebut secarara berurutan (dari posisi tertinggi) diberi penejasan nama Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Selain untuk tujuan wisata dan olahraga air, pantai ini juga dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut karena kontur pantai yang landai dan ombak yang tidak sampai ke garis pantai. Cukup banyak wisatawan yang melakukan kegiatan  Paralayang dari Bukit Timbis hingga ke Pantai Pandawa.

Pantai Padang Padang

Padang Padang Beach berlokasi di Pecatu Bali, dimana di pantai ini juga  di kenal dengan nama resmi Pantai Labuhan Sait , seperti di tunjukkan papan nama tepat di pinggir jalan seberang  gerbang pintu masuknya

Pantai ini  berjarak kurang lebih 15 kilometer dari kota Denpasar atau sekitar 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Pantai Padang Padang Bali adalah pantai dengan karakteristik tebing dengan pasirnya yang berwarna putih dan halus. Pantai Padang Padang Bali mulai terkenal semenjak digunakan sebagai lokasi syunting film Eat Pray Love, yang di bintangi artis Hollywood Julia Roberts.

Pantai ini  tergolong sangat unik, selain berada dibalik tebing-tebing batu juga karena untuk memasuki pantai ini anda harus menuruni dan menaiki anak tangga menembus sebuah goa sempit untuk menuju kawasan pantainya. Gua sempit ini hanya bisa dilewati oleh satu orang dewasa dan pengunjung lain yang berpapasan harus bergantian untuk melewati goa ini.

Dengan pasir pantai yang putih Pantai Padang Padang sebenarnya mempunyai garis pantai tidak terlalu panjang dan luas seperti pantai pantai di Bali pada umumnya , namun dengan adanya tebing dan batu karang besar di sekitarnya kawasan ini sehingga dengan pemandangan serta suasananya yang sangat indah dan  tenang akan membuat anda akan  lebih nyaman berkunjung saat menghabiskan waktu di sini.

Jimbaran Beach

Jimbaran beach  terletak tepat di sebelah selatan bandara ngurah Rai dan kawasan pantai Kuta. Dahulu pantai ini sebelumnya merupakan daerah terpencil di selatan Bali, hanya sebuah desa nelayan kecil dengan pasar sehari-hari. Itu semua mulai berubah pada tahun 1980an . Dan Jimbaran sekarang menjadi rumah bagi beberapa resor pantai kelas dunia 5 bintang, ditambah beberapa hotel kelas menengah. Serta  banyak vila kelas atas di daerah ini, terutama di daerah tebing yang tinggi di atas teluk Jimbaran.

Makanan seafood di pantai Jimbaran merupakan bagian klasik dari banyak jadwal pengunjung saat berkunjung ke Bali. Karena Pantai  Jimbaran adalah rumah bagi sekitar lima puluh restoran seafood bakar dalam tiga kelompok berbeda, semuanya berada di sepanjang pantai. Ketiga bagian tersebut adalah Muaya (di selatan), Kedonganan (di tengah) dan Kelan (sebelah utara pasar ikan). Masing-masing restoran memiliki banyak keunggulan dan pengelompokan.

Restoran-restoran itu umumnya  menyajikan menu yang sama dengan satu format  makanan laut/ seafood panggang atau  bakar dengan pilihan berbagai macam ikan, kepiting, cumi, udang, lobster , kerang dan lainnya. Di tambah sayuran hijau seperti plecing kangkung  dengan bawang putih nasi atau kentang goring dan sambal  pedas lokal (sambal matah). Kita bisa  menikmati hidangan yang tersaji di meja-meja yang tersusun rapi di atas pasir pantai yang lembut, sambil menyaksikan indahnya  matahari terbenam di ufuk laut dan  di iringi hembusan angin yang sejuk . Sungguh kombinasi suasana dan makanan  yang enak akan menjadikan tempat ini sangat  berkesan  selama menghabiskan waktu  liburan  di Bali

Pura Uluwatu

Pura Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, sekitar 30 km ke arah selatan dari kota Denpasar. Pura Uluwatu yang juga disebut Pura Luwur ini merupakan salah satu dari Pura Sad Kahyangan, yaitu enam Pura Kahyangan yang dianggap sebagai pilar spiritual P. Bali.

Ada dua pendapat tentang sejarah berdirinya pendirian Pura Uluwatu. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9, yaitu pada masa pemerintahan Marakata. Pendapat lain mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur. Dang Hyang Nirartha datang ke Bali pada tahun 1546 M, yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Sang Pedanda kemudian mendirikan Pura Uluwatu di Bukit Pecatu. Setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling P. Bali, Dang Hyang Nirartha kembali ke Pura Uluwatu. Di pura inilah Sang Pedanda ‘moksa’, meninggalkan ‘marcapada’ (dunia) menuju ‘swargaloka’ (surga). Upacara atau ‘piodalan’ peringatan hari jadi pura jatuh pada hari Anggara Kasih, wuku Medangsia dalam penanggalan Saka. Biasanya upacara tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh ribuan umat Hindu.

Pura Uluwatu menempati lahan di sebuah tebing yang tinggi yang menjorok ke Samudera Indonesia dengan ketinggian sekitar 70 m di atas permukaan laut. Karena letaknya di atas tebing, untuk sampai ke lokasi pura orang harus berjalan mendaki tangga batu yang cukup tinggi. Bangunan pura ini menghadap ke arah timur, berbeda dengan pura lain di Bali yang umumnya menghadap ke arah barat atau ke selatan. Di sepanjang jalan di tepi luar pura terdapat ratusan kera yang berkeliaran. Walaupun tampak jinak, kera-kera tersebut seringkali mengganggu pengunjung dengan menyerobot makanan atau barang-barang yang dikenakan.

Di ujung jalan yang mendaki terdapat dua pintu masuk ke komplek pura, satu terletak di sebelah utara dan satu lagi di sebelah selatan. Pintu masuk tersebut berbentuk gapura bentar dan terbuat dari batu. Di depan gapura terdapat sepasang arca berbentuk manusia berkepala gajah dalam posisi berdiri. Dinding depan gapura dihiasi pahatan yang sangat halus bermotif daun dan bunga.

Di sebelah dalam, di balik gapura, terdapat sebuah lorong berlantai batu berundak, menuju ke pelataran dalam. Lorong terbuka ini diteduhi oleh pohon yang ditanam di sepanjang kiri dan kanan lorong.

Water Blow Nusa Dua

Water Blow terletak di kawasan wisata pantai Nusa Dua, tepat ada di belakang area hotel Grand Hyatt Nusa Dua. Untuk mencarinya anda harus masuk ke kawasan BTDC Nusa Dua . Jarak tempat ini sekitar 30 menit dari arah Bandara Ngurah Rai . Water blow Nusa Dua ini merupakan formasi batuan dimana ombak bertabrakan ke dinding batu menciptakan percikan dan semburan raksasa seperti air yang “meledak”.

Daerah ini memiliki tebing dan batu karang yang berbahaya yang baru-baru ini dikelola oleh BTDC dengan menciptakan jalur dan pagar pembatas. Dan anda  akan dengan mudah mencapai tempat ini karena kita tinggal mengikuti jalan setapak yang tertata rapi  yang khusus di buat untuk mencapai  tempat ini. Tidak hanya itu, bangunan beratap terbuka dan dibangun di salah satu ujung tebing dan sebuah monumen tidak jauh dari waterblow.

Mekanisme menarik dari Water Blow ini adalah bahwa di tebing yang langsung berhadapan  dengan Samudra Hindia, ada celah penyempitan yang panjang . Saat ombak  bergulir dan menghempas terus menerus menghantam tebing, dan akan terjatuh di celah sehingga  akan  terhempas ke atas. Kadang   terlihat seperti semburan  busa putih besar dari kejauhan. Jika gelombang yang lebih besar dan lebih cepat menerpa celah tebing tersebut bisa menimbulkan efek hempasan  ombak yang lebih tinggi hingga bisa setinggi 30 m.  Jika anda berkunjung pada bulan Juli – Oktober, siap-siaplah akan basah terkena percikan air laut. Momen air laut sampai naik tinggi keatas tidak setiap hari akan anda temukan di Water Blow Nusa Dua. Dan momen terbaik itu biasanya terjadi di siang hari.